Pemerintahan

Mentan Pastikan Stok Beras Sumut Aman, Siapkan Tiga Kali Lipat dari Kebutuhan

302
×

Mentan Pastikan Stok Beras Sumut Aman, Siapkan Tiga Kali Lipat dari Kebutuhan

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau Kompleks Pergudangan Sarundik, Tapanuli Tengah, Rabu, 3 Desember 2025. Amran memastikan pengiriman stok beras tiga kali kebutuhan serta perbaikan lahan sawah dan jagung berikut penyediaan benih gratis.(ist)

TAPANULI TENGAH, Menarapos.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras di Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat dalam kondisi aman pascabencana longsor dan banjir yang melanda akhir bulan lalu. Pemerintah menyiapkan stok hingga tiga kali lipat dari kebutuhan normal di wilayah terdampak.

Menurut Amran, kebutuhan beras di Sumut untuk daerah yang terkena banjir dan longsor diperkirakan sekitar 5.000 ton. Namun pemerintah pusat menyiapkan hingga 15.000 ton sebagai cadangan dan akan segera dikirimkan.

“Kami sudah tanda tangan dengan Gubernur di lokasi. Permintaannya 5.000 ton, kami siapkan tiga kali lipat. Saudaraku sabar, pemerintah tidak akan membiarkan satu orang pun kekurangan beras,” ujar Amran saat meninjau Kompleks Pergudangan Sarundik di Jalan Sibolga–Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Rabu, 3 Desember 2025.

Amran menyebutkan 600 ton beras telah tiba di Pelabuhan Sibolga dan akan disusul pengiriman tambahan sebanyak 10.000 ton. Ia berharap distribusi bantuan bisa dilakukan sekaligus dalam satu tahap.

“Sudah sandar 600 ton dan berikutnya 10.000 ton lagi untuk cadangan. Kalau memungkinkan, satu kapal, satu tahap, karena masyarakat sudah sangat membutuhkan,” katanya.

Perbaikan Lahan Pertanian
Selain memastikan stok pangan, Kementerian Pertanian juga menangani kerusakan lahan pertanian di wilayah terdampak. Untuk sawah yang rusak, pemerintah menargetkan perbaikan hingga siap tanam kembali, serta menyediakan benih untuk 40 hektare. Sedangkan untuk jagung, sekitar 604 hektare lahan rusak dan akan diperbaiki dengan penyediaan benih bagi 1.000 hektare.

“Kami beri waktu satu minggu untuk merampungkan administrasinya, termasuk penetapan batas tanah. Setelah itu langsung kami perbaiki. Alat berat kami siapkan, bekerja sama dengan kontraktor lokal. Pak Bupati dan Pak Gubernur tinggal tunjuk lokasi, langsung dikerjakan,” ujar Amran.

Pembukaan Akses ke Daerah Terisolasi
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan pemerintah daerah terus bekerja memperbaiki jalur distribusi menuju wilayah terdampak, terutama area yang masih tertutup lumpur.

“Semuanya sedang berupaya memperbaiki jalur utama, baik yang menuju Tapteng maupun yang di dalam Tapteng sendiri. Jika masih ada tumpukan lumpur, itu akan jadi prioritas,” kata Bobby.(ac/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *