Pemerintahan

Klarifikasi Pemprovsu: Tidak Ada Penahanan Bantuan Relawan, Kendala Murni Administrasi PT Pelni

698
×

Klarifikasi Pemprovsu: Tidak Ada Penahanan Bantuan Relawan, Kendala Murni Administrasi PT Pelni

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menegaskan tidak pernah menahan atau menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana dari pihak mana pun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahtah Saragih, menyatakan bahwa bantuan relawan asal Malang, Jawa Timur, bernama Gimbal Alas, justru difasilitasi agar dapat segera disalurkan ke Aceh Tamiang. Penegasan tersebut disampaikan pada Minggu (28/12/2025).

Tuahtah meluruskan narasi yang beredar terkait dugaan penahanan kontainer bantuan di Medan. Ia menegaskan persoalan yang terjadi bukan penahanan, melainkan miskomunikasi antar lembaga serta kendala administratif dengan PT Pelni.

Menurutnya, PT Pelni tidak mengizinkan pengeluaran kontainer sebelum pembayaran biaya administrasi sebesar Rp1,2 juta per kontainer untuk pengantaran ke gudang logistik Pemprovsu di Gedung Serbaguna.

Masalah muncul karena pengiriman bantuan dari Jawa Timur dilakukan bersamaan dengan bantuan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 10 kontainer. Namun, saat tiba di Medan, jumlah kontainer menjadi 12 unit.

“Koordinasi awal kami hanya menerima informasi 10 kontainer dari Pemprov Jawa Timur. Setelah tiba, ternyata ada dua kontainer tambahan yang merupakan bantuan relawan Gimbal Alas untuk Aceh Tamiang,” ujar Tuahtah.

Ia menambahkan, baik Pemprov Jawa Timur maupun Pemprovsu tidak mendapat informasi sebelumnya terkait dua kontainer tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap berinisiatif membantu agar bantuan relawan dapat segera disalurkan.

“Saya bahkan berinisiatif menalangi biaya administrasi supaya kontainer bisa segera keluar dari pelabuhan. Namun PT Pelni memiliki aturan dan kebijakan tersendiri,” katanya.

PT Pelni kemudian meminta seluruh 12 kontainer dikeluarkan sekaligus dan biaya administrasinya dibayarkan. Permintaan tersebut disanggupi oleh Pemprovsu melalui BPBD Sumut.

Sebagai bentuk komitmen, Pemprovsu juga berupaya menghubungi relawan Gimbal Alas untuk mempercepat koordinasi penyaluran bantuan.

“Pada prinsipnya bantuan sudah bisa disalurkan hari ini. Namun relawan yang bersangkutan sudah berada di Aceh Tamiang. Kami meminta koordinasi dengan relawan di Medan agar distribusi tidak tertunda. Besok kami juga akan bertemu pihak Pelni agar semuanya jelas,” tutup Tuahtah.(AC/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *