Headline

Menutup Tahun dengan Doa, Rico Waas Ingatkan Batas Ikhtiar Manusia

300
×

Menutup Tahun dengan Doa, Rico Waas Ingatkan Batas Ikhtiar Manusia

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapoa.id — Menjelang pergantian tahun, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat untuk menjadikan akhir tahun sebagai ruang refleksi, bukan perayaan berlebihan. Rico menekankan keterbatasan manusia dalam menghadapi berbagai persoalan dan pentingnya berserah diri kepada Allah SWT.

Ajakan itu disampaikan Rico saat menghadiri tausiyah, zikir, dan doa bersama alim ulama se-Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin malam, 29 Desember 2025. Kegiatan tersebut digelar sebagai ikhtiar spiritual menyambut tahun 2026.

Menurut Rico, menutup tahun dengan doa dan munajat lebih bermakna dibandingkan euforia pergantian tahun yang kerap diwarnai pesta dan hiburan semu. Ia menilai akhir tahun seharusnya menjadi momentum evaluasi diri, baik secara personal maupun kolektif.

“Selama satu tahun terakhir, kita belajar bahwa sehebat apa pun usaha manusia, tetap ada batasnya. Karena itu, menutup tahun dengan doa jauh lebih penting daripada kemeriahan,” kata Rico.

Ia juga menyinggung berbagai musibah dan cobaan yang terjadi sepanjang 2025 sebagai pengingat akan rapuhnya manusia tanpa pertolongan Tuhan. Rico mengajak masyarakat untuk menunjukkan empati dan mendoakan mereka yang terdampak bencana di berbagai daerah.

“Kita tidak mampu apa-apa tanpa pertolongan Allah. Sudah sepantasnya tahun ini kita akhiri dengan berserah diri dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rico menegaskan pentingnya peran alim ulama sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia mengakui masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi oleh jajaran Pemko Medan.

“Sebagai pemegang amanah, kami harus terus mengevaluasi diri. Setiap tanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban,” kata dia.

Rico juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persaudaraan dan kerja bersama dalam membangun Kota Medan. Menurutnya, pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Medan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Medan harus dibangun bersama,” ujarnya.

Acara bertema Doa Keselamatan untuk Negeri itu dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Medan, jajaran Pemko Medan, serta tokoh-tokoh ulama. Tausiyah disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muzakkir, M.A., zikir dipandu Prof. K.H. Amiruddin, M.S., dan doa oleh Ketua MUI Kota Medan Dr. Hasan Maksum.

Rico mengimbau masyarakat agar menghindari perayaan pergantian tahun yang berlebihan dan memilih kegiatan yang lebih bermakna secara sosial dan spiritual.(AC/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *