Pemerintahan

Pemprovsu Bantah Hambat Bantuan Relawan Jawa Timur ke Aceh

298
×

Pemprovsu Bantah Hambat Bantuan Relawan Jawa Timur ke Aceh

Sebarkan artikel ini
Kepala Posko Darurat Bencana Provinsi Sumatera Utara Basarin Yunus Tanjung. (ist)

MEDAN, Menarapos.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membantah tudingan menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan dari relawan asal Malang, Jawa Timur, yang ditujukan ke Provinsi Aceh. Bantahan ini disampaikan menyusul beredarnya video perdebatan relawan dengan pihak posko yang viral di media sosial.

Kepala Posko Darurat Bencana Provinsi Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung, mengatakan narasi yang menyebut bantuan relawan ditahan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bagian dari 11 kontainer yang tiba di Sumatera Utara pada 17, 18, dan 20 Desember 2025.

“Informasi awal yang kami terima dari Pelni menyebutkan seluruh kontainer itu berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena lokasi bongkar muat yang memungkinkan ada di Gedung Serba Guna, maka kontainer dibongkar di sana,” kata Basarin, Selasa, 30 Desember 2025.

Basarin menjelaskan, setelah proses pembongkaran, sejumlah relawan dari Malang menyampaikan bahwa dua kontainer di antaranya merupakan bantuan milik Relawan Malang dan Gimbal Alas Indonesia. Pihak posko kemudian meminta manifest atau daftar isi barang untuk keperluan verifikasi.

“Manifest kami perlukan agar barang yang masuk dapat diverifikasi dengan jelas,” ujarnya.

Setelah manifest diserahkan, pengecekan dilakukan di gudang Posko Sumut di Gedung Serba Guna. Namun, persoalan muncul terkait biaya jasa angkut dari Pelabuhan Belawan ke lokasi gudang yang mencapai Rp2,4 juta.

Basarin menegaskan biaya tersebut merupakan biaya operasional yang ditetapkan mitra PT Pelni Medan dan tidak ditentukan oleh Pemprov Sumut. “Kami tidak terlibat dalam penetapan biaya itu. Kami serahkan sepenuhnya ke Pelni,” katanya.

Ia menambahkan, pihak posko telah mempertemukan relawan dengan Pelni untuk mendapatkan penjelasan langsung. Pemprov Sumut juga memastikan tidak menerima uang dalam bentuk apa pun terkait pengangkutan bantuan tersebut.

Untuk menyelesaikan persoalan, Pemprov Sumut, Pelni, dan relawan menggelar pertemuan pada Senin, 29 Desember 2025. Pertemuan tersebut sempat diwarnai perdebatan yang videonya kemudian beredar luas di media sosial.

“Semua sudah kami fasilitasi dan persoalan telah diselesaikan. Tidak ada bantuan yang ditahan oleh Pemprov Sumut,” ujar Basarin.

Ia memastikan bantuan dari Relawan Malang dan Gimbal Alas Indonesia kini telah dikirim secara bertahap ke Aceh. “Sebagian barang sudah dibawa ke Aceh Tamiang dan proses penyaluran sedang berjalan,” katanya.

Sebelumnya, video di media sosial memperlihatkan dua kontainer bantuan dipindahkan ke truk di Sumatera Utara. Dalam video tersebut, relawan menyebut bantuan mereka dipersulit akibat adanya biaya pemindahan dari Pelabuhan Belawan ke gudang.(AC/ams)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *