MEDAN, Menarapos.id – Anggota DPRD Kota Medan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Muslim, menegaskan normalisasi Sungai Deli dan Sungai Badera menjadi langkah mendesak untuk mengatasi banjir di Kota Medan.
Hal itu disampaikan Muslim dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan saat membacakan Hasil Pelaksanaan Reses Keempat Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026, oleh Anggota DPRD Medan asal Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang berlangsung di Gedung DPRD Medan, Senin (19/1/2026).
“Normalisasi terakhir dilakukan tahun 2000. Kalau tidak dilakukan normalisasi, mustahil banjir bisa ditangani secara maksimal,” kata Muslim saat membacakan laporan reses.
Menurutnya, kawasan Medan Utara masih menjadi wilayah paling rawan terdampak banjir. Karena itu, ia mendesak agar alokasi 35 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk Medan Utara segera direalisasikan.
“Masalah infrastruktur, banjir, pelayanan publik, hingga bantuan sosial masih menjadi aspirasi utama masyarakat, khususnya di Medan Utara,” ujarnya.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen didampingi Wakil Ketua DPRD Rajudin Sagala. Hadir pula Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, anggota DPRD, Sekda, pimpinan OPD, serta para camat se-Kota Medan.
Secara umum, laporan reses dari seluruh daerah pemilihan mencatat keluhan masyarakat terkait infrastruktur yang belum optimal, seperti drainase tidak berfungsi maksimal, jalan rusak, serta minimnya penerangan jalan umum yang dinilai rawan tindak kriminal.
Selain itu, persoalan banjir masih menjadi keluhan utama, terutama di Medan Utara. DPRD Medan pun mendorong OPD terkait segera mengambil langkah konkret, termasuk melakukan normalisasi sungai, guna mengurangi risiko luapan air ke permukiman warga. (Rel)






