Headline

UMKM Muda Medan Siap Naik Kelas Dukung Program Rico Waas

315
×

UMKM Muda Medan Siap Naik Kelas Dukung Program Rico Waas

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Semangat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan untuk naik kelas kian terlihat. Hal ini sejalan dengan program prioritas Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan dan digitalisasi.

Salah satu pelaku UMKM muda yang mulai berkembang adalah Adela Zahra Aulia atau Adel. Ia merintis usaha camilan berbahan dasar pisang bernama Dilola Snack sejak masa pandemi COVID-19.

Adel mengaku usahanya bermula dari penjualan sederhana di rumah dengan memanfaatkan media online untuk menjangkau pembeli.

“Saya awalnya jualan dari rumah saja sejak masa COVID. Promosi ke teman-teman, pelan-pelan belajar bisnis, dibantu juga sama kakak,” ujar Adel saat ditemui dalam kegiatan Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan di Hotel Karibia Boutique, Jalan Timor, Jumat (27/3/2026).

Di usianya yang masih 17 tahun, Adel memilih berwirausaha sebagai langkah untuk mandiri dan berkembang. Ia juga melihat masih banyak anak muda seusianya yang ragu untuk memulai usaha.

“Motivasi saya, dari muda kita sudah mulai usaha supaya ke depan bisa lebih sukses. Jangan cuma diam di rumah,” katanya.

Seiring waktu, usaha Adel terus berkembang. Saat ini, produksi camilannya berkisar antara 100 hingga 200 bungkus, menyesuaikan permintaan pasar.

Adel juga menyambut positif pelatihan strategi digital yang digelar Pemko Medan bekerja sama dengan platform marketplace. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru sekaligus motivasi untuk mengembangkan bisnis.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kita jadi belajar bagaimana mengembangkan bisnis supaya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ia pun mengaku termotivasi dengan tantangan dari Wali Kota Medan agar pelaku UMKM berani naik kelas. Meski demikian, ia menilai proses tersebut harus dijalani secara bertahap.

“Termotivasi sekali. UMKM itu memang tidak langsung besar, tapi pelan-pelan bisa naik kelas,” ujarnya.

Ke depan, Adel berharap usahanya dapat berkembang lebih luas, baik dari sisi produksi maupun pemasaran, terutama melalui platform digital.

Tak hanya itu, ia juga mengajak generasi muda untuk berani memulai usaha sejak dini dan tidak takut mencoba.

“Walaupun masih muda, harus tetap berjuang. Jangan hanya diam di rumah,” imbuhnya.

Kisah Adel menjadi gambaran bagaimana pelaku UMKM di Kota Medan mulai bangkit dan bertransformasi. Dengan dukungan pelatihan digital serta program berkelanjutan dari pemerintah daerah, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *