Lintas Agama

Idul Adha Banuhampu Medan Syiar Ukhuwah Fauzi Wikanda Ajak Umat Perkuat Persatuan

1020
×

Idul Adha Banuhampu Medan Syiar Ukhuwah Fauzi Wikanda Ajak Umat Perkuat Persatuan

Sebarkan artikel ini
Teks : Fauzi Wikanda saat menyampaikan tausiah sesuai pelaksanaan Sholat Idul Adha yang berlangsung di Halaman Rumah Gadang Banuhampu. (Amsal)

MEDAN, Menarapos.id – Yayasan Banuhampu Medan menggelar Salat Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat perantau Minang dan warga Kota Medan di Halaman Rumah Gadang Banuhampu, Rabu (27/5/2026). Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Sebelum pelaksanaan salat dimulai, panitia menyampaikan bahwa pada Idul Adha tahun ini akan dilakukan penyembelihan hewan kurban sebanyak tujuh ekor lembu dan empat ekor kambing.

Bertindak sebagai imam dan khatib, Dr Fauzi Wikanda menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga keimanan, ketakwaan, serta memperkuat persatuan umat Islam di tengah berbagai tantangan zaman.

Dalam khutbahnya, Fauzi mengajak umat Islam untuk terus istiqamah menjalankan sunnah Rasulullah SAW serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar hari raya kurban, tetapi juga momentum meneladani perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya.

“Ibadah haji dan kurban mengajarkan tentang totalitas penghambaan kepada Allah SWT sekaligus menjadi simbol persatuan umat Islam,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi umat Islam saat ini sangat mudah terpecah akibat persoalan politik, ekonomi, maupun sosial. Karena itu, Idul Adha menjadi momentum tepat untuk kembali menata persatuan dan kesatuan umat.

Fauzi juga menekankan pentingnya membangun kesatuan akidah, gerakan, dakwah, serta cita-cita bersama agar Islam benar-benar menjadi rahmatan lil alamin.

Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan oleh ulama atau mubalig, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam melalui akhlak dan perilaku sehari-hari, termasuk dalam bermedia sosial.

“Masyarakat akan melihat Islam dari perilaku umatnya. Jika umat Islam menunjukkan akhlak yang baik, maka itulah wajah Islam yang sesungguhnya,” katanya.

Selain itu, Fauzi mengingatkan bahwa puncak ibadah haji di Arafah mengajarkan nilai kesetaraan, persaudaraan, dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang sosial maupun perbedaan lainnya.

Ia berharap hikmah ibadah haji dan kurban dapat melahirkan pribadi, keluarga, dan masyarakat yang saleh sehingga mampu membangun bangsa yang lebih baik.

“Dari keluarga yang baik akan lahir masyarakat yang baik, dan dari masyarakat yang baik akan lahir negeri yang baik,” tutupnya.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *