PEKANBARU, Menarapos.id – Pengadilan Negeri Pekanbaru kembali menggelar Pengajian Rutin Jamaah RUBER (Ruang Berkah) pada Jumat (12/6/2026) dengan mengusung tema “Keutamaan Bulan Muharram”. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pengadilan Negeri Pekanbaru ini menjadi sarana pembinaan spiritual bagi seluruh aparatur dan peserta yang hadir.
Acara dimulai pukul 08.30 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB. Pengajian diikuti oleh Wakil Ketua, para hakim, ASN, PPPK, serta mahasiswa magang yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kegiatan dibuka oleh pembawa acara, Try Novita, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dody Buana dan sari tilawah oleh Regi Syafitri. Setelah itu, jamaah mendapatkan tausiah yang disampaikan oleh Al-Ustadz H. Zulkarnain, M.Pd.
Dalam tausiahnya, Ustadz Zulkarnain menjelaskan bahwa Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum) yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan terdapat Hari Asyura (10 Muharram) yang memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa bagi umat Islam yang menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.
Ia juga menyampaikan empat keutamaan Bulan Muharram, yaitu sebagai bulan yang dimuliakan Allah SWT (bulan haram), dijuluki sebagai Syahrullah atau Bulan Allah, menjadi waktu terbaik untuk melaksanakan puasa sunah, serta menjadi momentum hijrah dan muhasabah diri menuju pribadi yang lebih baik.

Usai penyampaian tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, foto bersama, serta sarapan pagi yang semakin mempererat kebersamaan antarpegawai dan peserta pengajian.
Koordinator Ruang Berkah (RUBER) PN Pekanbaru Asraruddin Anwar dalam siaran persnya mengatakan bahwa kegiatan pengajian rutin tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter dan spiritual aparatur Pengadilan Negeri Pekanbaru.
“Pengajian ini rutin dilaksanakan sebagai sarana membentuk pribadi yang baik, berintegritas, dan memiliki nilai-nilai moral yang kuat. Dengan demikian, masyarakat pencari keadilan di Kota Pekanbaru dapat terlayani dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan dalam mewujudkan visi Mahkamah Agung, yaitu terwujudnya badan peradilan Indonesia yang agung,” ujarnya.(rel)






