Headline

Rico: Aisyiyah Organisasi Paling Mandiri di Medan

217
×

Rico: Aisyiyah Organisasi Paling Mandiri di Medan

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Perayaan Milad ke-109 Aisyiyah yang dirangkaikan dengan Gebyar Muktamar Muhammadiyah bukan sekadar seremoni. Di balik kemeriahan acara, tersimpan pesan tentang kemandirian, kekuatan, dan peran strategis perempuan dalam membangun masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri Milad ke-109 Aisyiyah Kota Medan sekaligus Gebyar Muktamar Muhammadiyah di Jalan Air Bersih, Minggu (14/6/2026).

Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, para tokoh Muhammadiyah, serta pengurus Aisyiyah, Rico Waas mengaku kagum terhadap kemandirian organisasi perempuan tersebut. Menurutnya, Aisyiyah berhasil menunjukkan kekuatan organisasi yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Rico mencontohkan keberhasilan Aisyiyah menghimpun dana secara kolektif hingga mampu membeli tanah senilai Rp 1,7 miliar untuk pembangunan Gedung Dakwah.

“Alhamdulillah, Aisyiyah ini adalah organisasi paling mandiri yang saya lihat di Kota Medan,” ujar Rico Waas.

Menurut Rico, di era modern saat ini organisasi yang mampu berdikari akan memiliki posisi yang kuat dan dihormati. Kemandirian yang ditunjukkan Aisyiyah dinilai layak menjadi contoh bagi organisasi maupun komunitas lainnya.

Tak hanya mandiri secara finansial, Rico juga menilai basis massa Aisyiyah di Kota Medan sangat solid. Organisasi tersebut memiliki jaringan hingga 30 cabang yang tersebar di 21 kecamatan.

“Saya melihat Aisyiyah memiliki kapasitas manajerial dan kepemimpinan yang luar biasa jika diberi ruang. Gerakan dakwah dan sosial tidak akan berjalan maksimal tanpa determinasi, kedisiplinan, dan ketulusan dari kaum perempuan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Rico mengucapkan selamat Milad ke-109 kepada Aisyiyah dan berharap organisasi tersebut terus berkembang serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Kami berharap Aisyiyah bisa semakin maju dan sukses. Kami juga siap terus bersinergi,” ucapnya.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak terlepas dari kontribusi tokoh-tokoh Muhammadiyah, seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kahar Muzakir, dan Kasman Singodimedjo dalam perumusan Pancasila serta UUD 1945.

Menurut Zulkifli, jabatan dan kekuasaan yang dinikmati para pemimpin saat ini merupakan hasil perjuangan para pendiri bangsa, termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah.

“Menghargai dan mendukung gerakan Aisyiyah dan Muhammadiyah bukan sekadar urusan politik elektoral, melainkan kewajiban moral dan bentuk balas budi negara kepada organisasi yang ikut melahirkan Republik Indonesia,” tegasnya.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *