Headline

Pemko Medan Perkuat Kapasitas Direksi BUMD

320
×

Pemko Medan Perkuat Kapasitas Direksi BUMD

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat tata kelola dan profesionalisme Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan Capacity Building Peningkatan Pemahaman dan Kemampuan Direksi dalam Mengelola Perusahaan Umum Daerah (PUD) Kota Medan.

Kegiatan yang digelar Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Medan tersebut dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah, di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Kamis (18/6/2026).

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Medan yang dibacakan Citra Effendi Capah, disebutkan bahwa PUD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

Menurut Rico Waas, tantangan zaman menuntut perusahaan daerah tidak lagi dikelola secara konvensional, melainkan harus mampu bertransformasi menjadi entitas bisnis yang sehat, adaptif, dan kompetitif.

“PUD tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, tetapi juga harus dikelola secara profesional, sehat, mandiri, dan memiliki daya saing,” kata Citra membacakan sambutan Wali Kota Medan.

Ia menjelaskan, pengelolaan Perusahaan Umum Daerah membutuhkan keseimbangan antara fungsi sosial sebagai penyedia layanan publik dan fungsi bisnis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemko Medan berharap para direksi semakin memahami strategi pengelolaan perusahaan modern yang berorientasi pada kinerja, inovasi, dan keberlanjutan.

Citra mengungkapkan terdapat sejumlah fokus utama yang harus menjadi perhatian direksi PUD. Pertama, penerapan Good Corporate Governance (GCG) melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran dalam tata kelola perusahaan.

“Kedua, penguatan inovasi bisnis melalui strategi pengembangan yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Citra, direksi juga perlu memperkuat manajemen risiko dan pengelolaan keuangan, termasuk sistem pengendalian internal yang efektif.

“Ketiga, membangun kepemimpinan transformatif yang mampu menggerakkan perubahan positif, menciptakan budaya kerja produktif, dan meningkatkan kinerja organisasi,” jelasnya.

Pemko Medan berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh direksi Perumda untuk memperkuat kapasitas dan visi kepemimpinan sehingga BUMD Kota Medan mampu tumbuh lebih sehat, profesional, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Medan Reza Hanafi mengatakan kegiatan tersebut merupakan komitmen konkret Pemko Medan dalam mentransformasi tata kelola perusahaan ke arah yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel.

“Kegiatan Capacity Building ini kami laksanakan sebagai langkah nyata Pemerintah Kota Medan dalam meningkatkan kapasitas pengelola BUMD agar mampu mengelola perusahaan secara profesional, efektif, efisien, dan akuntabel sesuai prinsip Good Corporate Governance,” ujar Reza.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas Direksi Perusahaan Umum Daerah Kota Medan dalam Mewujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Profesional, Sehat, dan Berdaya Saing” itu diikuti sekitar 50 peserta.

Peserta terdiri dari jajaran Direksi PUD Kota Medan, kepala bagian, Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI), Dewan Pengawas PUD, serta perwakilan perangkat daerah yang membidangi pembinaan dan pengawasan.

Dalam kegiatan yang dimoderatori dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU Ade Gunawan tersebut, hadir dua narasumber yakni Auditor Ahli Madya Perwakilan BPKP Sumatera Utara Tumpak Pasaribu dan Direktur Utama PT Kawasan Industri Medan (KIM) Daly Mulyana.

Dalam paparannya, Tumpak Pasaribu menekankan pentingnya penetapan target yang terukur melalui Key Performance Indicator (KPI) korporasi maupun KPI individu bagi setiap direksi.

“Pengembangan SDM, penguatan manajemen risiko, serta pengendalian intern yang ketat akan menjadi fondasi utama. Jika ini berjalan, peningkatan kinerja perusahaan dan optimalisasi pelayanan publik akan tercapai, yang pada akhirnya meningkatkan kontribusi terhadap PAD,” ujarnya.

Sementara itu, Daly Mulyana menyoroti pentingnya penerapan lima prinsip utama Good Corporate Governance, yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.

“Untuk menciptakan sistem tata kelola yang bersih dan sehat, tidak boleh ada konflik kepentingan. Menjalankan perusahaan dengan integritas tinggi dan meninggalkan warisan kepemimpinan yang baik jauh lebih penting bagi masa depan daerah. Kami juga berharap dapat membangun sinergi strategis dengan PUD di Kota Medan ke depan,” pungkasnya.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *