Headline

Warga Griya Kencana Namo Gajah Nikmati Air PDAM Usai 20 Tahun Menanti

325
×

Warga Griya Kencana Namo Gajah Nikmati Air PDAM Usai 20 Tahun Menanti

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Penantian hampir 20 tahun warga Perumahan Griya Kencana, Lingkungan 1, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, untuk mendapatkan air bersih akhirnya menemukan titik terang.

Jaringan perpipaan PDAM Tirtanadi kini tengah dipasang di kawasan tersebut. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau proses pemasangan jaringan air bersih itu, Kamis (8/10/2026).

Dalam peninjauannya, Rico memastikan pengerjaan pipanisasi terus dikebut. Saat ini progres pemasangan jaringan telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua minggu ke depan.

“Ada usulan warga yaitu pembangunan pipanisasi untuk PDAM di Kompleks Griya Kencana ini yang selama ini masih menggunakan sumur bor. Sumur bor ini kondisinya kurang baik, kurang layak. Artinya kuning, ada karat, bahkan menimbulkan bau,” kata Rico Waas.

Menurut Rico, pemasangan jaringan perpipaan menjadi solusi agar warga dapat menikmati layanan air PDAM yang lebih layak.

“Memang harus kita lakukan pipanisasi, sehingga nanti air PDAM bisa masuk ke masyarakat. Ini kami melihat kondisinya sudah 85 persen, mungkin sekitar satu sampai dua minggu lagi sudah selesai,” ujarnya.

Rico juga meminta pihak kelurahan segera mendata warga yang ingin menjadi pelanggan PDAM Tirtanadi setelah jaringan selesai dibangun.

“Kami minta pihak wilayah kelurahan untuk bisa mendata warga-warga yang langsung ingin menggunakan PDAM,” tegasnya.

Warga: Hampir 20 Tahun Menunggu

Penasihat Serikat Tolong Menolong (STM) Eklisia sekaligus warga kompleks, Arjuna Pandia, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemko Medan yang turun langsung mendengar keluhan warga.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pak Wali Kota. Masalah air ini sudah kami nantikan hampir 20 tahun. Baru kali ini perumahan kami mendapatkan air bersih,” ujar Arjuna.

Selama bertahun-tahun, warga mengandalkan air sumur bor yang kondisinya dinilai memprihatinkan. Air disebut berwarna kuning pekat, berminyak, mengandung karat hingga menimbulkan bau.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menyulitkan warga saat mencuci pakaian karena air meninggalkan noda. Untuk kebutuhan minum, memasak, dan mengolah makanan, warga bahkan harus membeli air galon isi ulang setiap hari.

” Dengan masuknya air bersih ini, kami berharap airnya benar-benar layak sehingga warga tidak perlu lagi terus-menerus membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari,” lanjut Arjuna.

Jalan Rusak, Drainase dan Lampu Juga Jadi Atensi

Selain air bersih, Rico Waas turut mengecek kondisi infrastruktur di dalam kompleks. Jalan yang rusak serta drainase yang dinilai terlalu kecil menjadi persoalan lain yang dikeluhkan warga.

“Nah, lalu saya juga mengecek kondisi jalan kompleks. Kondisi jalan kompleks ini termasuk yang rusak parah, dan juga drainasenya kurang baik. Maka dari itu saya sampaikan menjadi atensi saya agar diperbaiki di kompleks ini,” kata Rico.

Rico memastikan persoalan drainase juga akan menjadi perhatian Pemko Medan. Sejumlah saluran yang ada saat ini merupakan drainase lama yang perlu ditangani.

“Drainase dibangun. Tetap kita bangunkan karena masih drainase lama. Beberapa titik nanti juga pasti, ya, penerangan jalan juga harus,” ujarnya.

Ada 200 KK, Empat Persoalan Jadi Keluhan Utama

Lurah Namo Gajah Erwin Elkana Tarigan mengatakan Perumahan Griya Kencana telah berdiri sejak 2007. Fasilitas umum kawasan tersebut kemudian diserahkan kepada Pemko Medan sekitar 2022.

Saat ini terdapat sekitar 200 kepala keluarga yang bermukim di kawasan tersebut. Menurut Erwin, terdapat empat persoalan utama yang selama ini menjadi keluhan warga, yakni jalan, drainase, penerangan, dan air bersih.

“Permasalahannya yang pertama adalah jalan, seperti yang disampaikan tadi. Kemudian drainasenya kecil. Kemudian yang ketiga, lampu. Dan ya pasti air bersih,” ungkap Erwin.

Ia menyebut persoalan air bersih kini mulai teratasi dengan masuknya jaringan pipanisasi PDAM Tirtanadi. Erwin berharap perhatian langsung Wali Kota Medan dapat mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur lainnya.

“Air bersih sudah diatasi dengan dimasukkannya pipanisasi. Semoga kendala-kendala yang terjadi bisa diantisipasi karena kepedulian Pak Wali Kota,” pungkasnya.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *