Internasional

Subsidi Logistik Bobby Permudah Ekspor UMKM Sumut ke Malaysia

322
×

Subsidi Logistik Bobby Permudah Ekspor UMKM Sumut ke Malaysia

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Sabtu (10/10/2026). (Diskominfo Sumut)

MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution mengusulkan pembukaan jalur laut dengan pengiriman skala kecil berfrekuensi tinggi serta subsidi logistik untuk mendorong ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke Malaysia. Langkah ini ditujukan untuk menekan biaya pengiriman, mempercepat perputaran modal, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM lokal.

Usulan tersebut disampaikan Bobby saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Sabtu (10/10/2026).

Bobby menilai, potensi UMKM Sumut untuk menembus pasar Malaysia sangat besar. Namun, pelaku usaha masih menghadapi kendala logistik, terutama sistem pengiriman antarnegara yang cenderung mensyaratkan volume barang dalam jumlah besar untuk sekali pengiriman.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bobby mendorong skema pengiriman barang dalam volume lebih kecil, tetapi dilakukan secara rutin. Dengan pola ini, pelaku UMKM diharapkan tidak perlu menumpuk stok terlalu lama maupun mengeluarkan modal besar sekaligus.

“Kita usulkan pengiriman dalam volume yang tidak terlalu besar tetapi lebih sering, misalnya lima hari sekali atau seminggu sekali. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak perlu menumpuk stok terlalu lama dan perputaran modal mereka bisa lebih cepat dan dinamis,” ujar Bobby.

Pemprov Sumut Siapkan Subsidi Logistik

Tak hanya mengusulkan jalur pengiriman baru, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga menyatakan kesiapan memberikan subsidi transportasi laut lintas negara. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan ongkos logistik sehingga produk UMKM Sumut lebih kompetitif di pasar Malaysia.

Menurut Bobby, kedekatan geografis Sumut dengan Malaysia merupakan keunggulan yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat perdagangan lintas negara. Waktu tempuh yang relatif singkat menuju sejumlah wilayah Malaysia, termasuk Penang dan Kuala Lumpur, dinilai membuka peluang pengembangan kerja sama ekonomi.

“Jarak kita sangat dekat, bahkan beberapa daerah di Sumut lebih cepat dijangkau dari Kuala Lumpur dibanding Jakarta. Keunggulan geografis ini harus kita konversikan menjadi peluang ekonomi nyata bagi masyarakat di kedua wilayah,” kata Bobby.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya mendorong perdagangan, tetapi juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kawasan industri di Sumut.

Perdagangan Indonesia-Malaysia Tembus Hampir US$26 Miliar

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, menyambut baik usulan pembukaan jalur laut dan pemberian subsidi logistik bagi UMKM Sumut. Pihaknya akan mendiskusikan mekanisme teknis pelaksanaannya, termasuk aspek regulasi pemerintah dan peluang kerja sama dengan sektor swasta di Malaysia.

Dato’ Muzafar menyebut Sumut sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi Malaysia di Indonesia. Ia mengungkapkan, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Malaysia mencapai hampir US$26 miliar, sementara kontribusi perdagangan Sumut tercatat sekitar US$1 miliar hingga US$2 miliar.

“Sumatera Utara memiliki kepentingan yang sangat besar bagi Malaysia, baik dari aspek perdagangan, perkapalan, hingga pariwisata medis dan pendidikan. Kami menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin sangat baik selama ini,” ungkap Dato’ Muzafar.

Dukungan tersebut diharapkan membuka ruang pembahasan lebih lanjut agar gagasan jalur laut dan subsidi logistik dapat diterjemahkan menjadi skema kerja sama yang konkret bagi pelaku UMKM.

Bobby Bahas Karhutla dan Dampak Asap Lintas Negara

Selain membahas peluang ekonomi, pertemuan tersebut turut menyinggung persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanganan dampak asap lintas negara.

Bobby menyampaikan, kondisi cuaca dan penanganan karhutla di Sumut pada 2026 relatif baik. Menurutnya, tidak ada kebakaran hutan dan lahan di Sumut yang mengirimkan asap ke Malaysia pada tahun ini.

“Alhamdulillah, tahun ini tidak ada kebakaran hutan dan lahan di Sumut yang mengirimkan asap ke Malaysia. Meskipun ada kiriman asap tipis dari daerah lain, curah hujan di Sumut saat ini masih lumayan baik,” jelas Bobby.

Menutup pertemuan, Dato’ Muzafar menegaskan kesiapan Malaysia untuk terus berkoordinasi dengan Sumut, termasuk dalam penanganan persoalan lingkungan regional di kawasan ASEAN.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *