Headline

Rico Perintahkan Siaga dan Antisipasi Banjir Medan

521
×

Rico Perintahkan Siaga dan Antisipasi Banjir Medan

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Belajar dari banjir besar yang melanda 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan pada 27 November 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas langsung memimpin rapat koordinasi lintas instansi di Balai Kota Medan, Rabu (28/10/2026), dan menegaskan seluruh jajaran harus siap bertindak cepat saat bencana terjadi.

“Jangan sampai kita kalang kabut,” tegas Rico Waas saat meminta seluruh instansi memastikan kesiapan personel, peralatan, logistik, jalur evakuasi, hingga jaringan komunikasi darurat.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, para camat, serta perwakilan BMKG, Balai Wilayah Sungai (BWS), TNI, Polri, Basarnas, Kejaksaan, dan pemangku kepentingan terkait.

Dalam arahannya, Rico menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak boleh sebatas rapat dan rencana di atas kertas. Seluruh pihak harus memiliki langkah taktis yang jelas agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Tahun lalu Kota Medan dilanda banjir di 19 kecamatan dengan dampak masyarakat hingga mencapai 85.000 jiwa. Tahun ini, kita kembali dihadapkan pada potensi bencana hidrometeorologi. Kapan tepatnya terjadi tentu kita tidak tahu dan kita berharap jangan sampai terjadi. Namun, apabila terjadi kondisi yang sama atau lebih parah, apa yang harus kita lakukan? Jangan sampai kita kalang kabut,” ujar Rico.

Air Sungai Bisa Naik Meski Medan Tak Diguyur Hujan Deras

Rico mengingatkan, ancaman banjir di Kota Medan tidak hanya dipengaruhi curah hujan di wilayah perkotaan, tetapi juga hujan deras di kawasan hulu yang dapat meningkatkan debit air sungai.

Ia mencontohkan kejadian beberapa hari sebelumnya. Saat Medan tidak diguyur hujan deras, kenaikan tinggi muka air sungai sekitar 50–60 sentimeter tetap terjadi akibat hujan di wilayah hulu.

“ Hujan di hulu saja bisa menyebabkan air kita naik. Bagaimana lagi apabila hujan cukup lebat juga terjadi di Kota Medan? Ini bisa kita pantau dari Kecamatan Medan Tuntungan dan Kecamatan Medan Selayang,” katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Rico menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait segera memastikan kesiapan di lapangan.

Pertama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pihak kecamatan dan kelurahan diminta memetakan jalur evakuasi serta titik kumpul atau assembly point. Penanggung jawab di setiap lokasi harus ditentukan dengan jelas, disertai nomor kontak darurat yang aktif dan terverifikasi.

Kedua, kesiapan logistik dan peralatan evakuasi harus dipastikan. Perahu karet, perahu bermesin, serta persediaan pangan di setiap wilayah kecamatan wajib tersedia dan siap digunakan tanpa terkendala birokrasi yang berbelit.

Ketiga, Pemko Medan harus mengantisipasi potensi gangguan listrik dan komunikasi saat banjir. Rico berkaca pada kejadian tahun lalu ketika gardu PLN di kawasan Mabar terendam banjir hingga mengganggu pasokan listrik di wilayah Medan bagian utara, meliputi Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Belawan. Kondisi tersebut juga berdampak pada jalur komunikasi.

Karena itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diminta menyiapkan jaringan komunikasi alternatif, termasuk penggunaan perangkat seperti Starlink di titik-titik yang membutuhkan dukungan konektivitas darurat.

Besok Langsung Simulasi, Semua Kekurangan Dievaluasi

Rico menegaskan, koordinasi lintas instansi harus berjalan efektif. Ia tidak ingin penanganan bencana terhambat akibat lambatnya komunikasi maupun saling lempar tanggung jawab ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Sebagai langkah konkret, Pemko Medan akan segera menggelar simulasi penanganan bencana banjir. Melalui simulasi tersebut, setiap kendala di lapangan dapat diketahui dan dievaluasi sebelum bencana sesungguhnya terjadi.

“Jadi, kita langsung kerja. Jangan nanti koordinasinya kelamaan, orang akan bilang kenapa rapat-rapat saja. Besok kita akan melakukan simulasi. Kalau ada yang error, di situ langsung kita evaluasi sehingga pada saat kejadian yang sesungguhnya kita tidak lagi kaget,” tegasnya.

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Kepala Balai BMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menyampaikan bahwa wilayah Sumatera Utara telah memasuki periode musim hujan sejak Oktober, yang berlanjut pada November hingga Desember. Secara historis, periode tersebut memiliki potensi curah hujan tinggi.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan curah hujan secara ekstrem akibat dinamika atmosfer.

“Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi prakiraan cuaca dari BMKG guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat dinamika atmosfer yang tidak menentu,” ujarnya.

BPBD Siagakan 53 Personel, Warga Diminta Siapkan Tas Darurat

Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari turut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak menunda evakuasi apabila kondisi air mulai membahayakan.

Warga diminta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar keluarga serta dokumen penting, seperti ijazah dan surat tanah. Keluarga yang memiliki bayi juga perlu menyiapkan kebutuhan khusus, termasuk susu dan popok.

“Kewaspadaan sangat diperlukan. Masyarakat harus menyiapkan tas siaga bencana. Di dalam tas tersebut berisi kelengkapan keluarga dan berbagai dokumen penting. Bagi keluarga yang memiliki bayi, perlengkapan seperti susu dan popok juga harus dipersiapkan,” ujar Yunita.

BPBD Kota Medan saat ini menyiagakan 53 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu penanganan dan evakuasi di 21 kecamatan, dengan dukungan peralatan yang telah disiapkan.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan kondisi terdampak banjir dapat menghubungi Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Medan melalui nomor 0813-7080-0880. Warga juga diimbau mengikuti pembaruan informasi melalui akun media sosial resmi BPBD Kota Medan.

Dengan penguatan koordinasi, kesiapan peralatan, dan simulasi penanganan bencana, Pemko Medan berharap respons terhadap potensi banjir dapat dilakukan lebih cepat, terarah, dan efektif demi melindungi keselamatan masyarakat.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *