SERDANG BEDAGAI, Menarapos.id – Curah hujan tinggi memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Bencana yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) dini hari tersebut mengakibatkan puluhan kepala keluarga terdampak serta kerusakan rumah dan fasilitas umum.
Berdasarkan laporan situasi Koramil 19/BP pada Kamis (29/10/2026), bencana terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Desa Tarean dan Desa Kulasar, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai, serta Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang.
45 KK Terdampak Banjir
Data sementara mencatat sebanyak 45 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, terdiri atas 30 KK di Desa Mabar dan 15 KK di Desa Kulasar.
Selain itu, banjir dan longsor mengakibatkan kerusakan ringan pada rumah warga. Di Desa Mabar, tercatat tiga KK mengalami kerusakan rumah, sedangkan di Desa Kulasar terdapat satu KK yang rumahnya mengalami kerusakan ringan.
Meski demikian, hingga laporan terakhir diterima, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Dapur umum dan posko bencana juga belum didirikan.
Jalan Tertutup Longsor, Jembatan Gantung Rusak Berat
Bencana tersebut turut berdampak pada fasilitas umum. Jalan desa di Desa Tarean tertutup material longsor sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, jembatan gantung di Desa Pamah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kondisi ini menjadi perhatian karena fasilitas umum sangat penting untuk menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat.
Koramil 19/BP Koordinasi dengan Pemerintah dan BPBD
Menyikapi kondisi tersebut, Komandan Koramil 19/BP, Kodim 0204/DS telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mendukung penanganan dampak bencana.
Babinsa juga turun membantu masyarakat melakukan pembersihan di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor.
Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mempercepat pemulihan lingkungan serta mendukung aktivitas warga pascabencana.
Koramil 19/BP terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Apabila terdapat hal menonjol atau perubahan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, perkembangan tersebut akan dilaporkan kepada komandan sebagai bahan koordinasi dan tindak lanjut.
Kehadiran aparat kewilayahan bersama pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan dampak bencana, sekaligus memastikan kondisi warga terdampak tetap terpantau.(rel Kodim 0204/DS)






