HeadlineWakil Rakyat

Blusukan Rico Waas Bersama Afif di Sabtu Malam ke Medan Amplas

328
×

Blusukan Rico Waas Bersama Afif di Sabtu Malam ke Medan Amplas

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memilih menghabiskan malam akhir pekan dengan turun langsung menemui masyarakat. Melalui kegiatan Sapa Warga di Jalan Selamat Pulau, Kelurahan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (31/10/2026) malam, Rico mendengarkan berbagai keluhan dan aspirasi warga, mulai dari persoalan banjir, jalan rusak, lampu penerangan jalan yang mati hingga pengangkutan sampah.

Berbeda dari biasanya yang digelar setiap Sabtu pagi, kegiatan Sapa Warga kali ini sengaja dilaksanakan malam hari. Langkah tersebut dilakukan agar Wali Kota dapat melihat langsung kondisi lingkungan sekaligus mendengar persoalan masyarakat tanpa harus menunggu laporan berjenjang dari jajaran pemerintahan.

“Saya enggak mau hanya sekadar dengar laporan saja. Dari lurah ke camat, camat ke OPD, lalu ke saya sudah kejauhan. Kadang-kadang enggak bisa saya lihat langsung,” ujar Rico di hadapan ratusan warga.

Kegiatan dialog terbuka tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan Afif Abdillah, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi, unsur Muspika Kecamatan Medan Amplas serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Medan.

Dalam dialog interaktif yang berlangsung melalui empat sesi tanya jawab, warga menyampaikan beragam persoalan yang selama ini membutuhkan perhatian pemerintah. Persoalan banjir, kerusakan infrastruktur jalan, lampu penerangan jalan umum (LPJU) hingga penanganan sampah menjadi aspirasi yang paling banyak disuarakan.

Banjir Jadi Keluhan Utama Warga

Menanggapi keluhan warga terkait banjir yang kerap merendam kawasan Sitirejo III meski hujan baru turun sekitar 30 menit, Rico menjelaskan Pemko Medan tengah mengerjakan pembangunan drainase di Jalan Garu IIB yang berjarak sekitar 200–300 meter dari lokasi kegiatan.

Pembangunan drainase tersebut diproyeksikan untuk menghubungkan aliran air langsung menuju sungai di bagian belakang kawasan sekaligus menembus Parit Sulang Saling.

Selain pembangunan drainase, normalisasi parit juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil peninjauan, sedimentasi di Parit Sulang Saling telah menyebabkan kapasitas aliran air menyempit drastis hingga hanya menyisakan kedalaman sekitar 30–60 sentimeter.

“Artinya, sekitar 30 sentimeter itu adalah sedimentasi, jadi ruang air mengalir jadi sempit. Ini harus segera kita benahi,” tegasnya.

Lampu Jalan Mati Langsung Diperintahkan Dipasang

Tidak hanya mendengarkan keluhan, Rico juga langsung menghadirkan kepala dinas terkait untuk memberikan solusi atas persoalan yang disampaikan masyarakat.

Salah satunya keluhan Nurhabibah mengenai lampu penerangan jalan yang mati di kawasan Gang Sawah. Mendengar persoalan tersebut, Rico langsung memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan agar segera melakukan pemasangan lampu penerangan.

“Malam ini langsung dipasang,” tegas Rico.

Persoalan sampah juga menjadi perhatian. Jumadi mengeluhkan penumpukan sampah akibat terbatasnya armada becak motor pengangkut sampah di lingkungan tempat tinggalnya.

Menanggapi hal itu, Rico menyampaikan Pemko Medan akan menambah armada becak sampah pada tahun ini agar pengangkutan sampah dapat berjalan lebih optimal dan rutin.

“Akan ada penambahan becak sampah untuk menutupi kekurangan selama ini. Sehingga nantinya dapat mengakomodir pengangkutan sampah secara rutin. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Sementara itu, keluhan mengenai kondisi jalan di sejumlah titik, termasuk Gang Melur yang disampaikan Sumiati Pasaribu, juga mendapat respons langsung dari Wali Kota.

Rico memastikan jalan gang tersebut akan segera diperbaiki menggunakan paving block pada November 2026.

“Bulan 11 ini langsung kita paving block,” ujarnya.

Afif Abdillah Soroti Pentingnya Aspirasi Warga Ditindaklanjuti

Kehadiran Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan Afif Abdillah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat. Berbagai persoalan yang disampaikan warga, mulai dari banjir, infrastruktur jalan, penerangan hingga kebersihan lingkungan, membutuhkan perhatian dan koordinasi antara pemerintah kota dengan DPRD.

Aspirasi masyarakat, menurut kebutuhan penanganannya, harus diterjemahkan menjadi langkah konkret melalui perangkat daerah terkait. Dengan demikian, dialog antara pemerintah dan masyarakat tidak berhenti sebatas mendengarkan keluhan, tetapi berlanjut pada penyelesaian persoalan di lapangan.

Rico sendiri mengakui bahwa tidak semua aspirasi masyarakat dapat diselesaikan dalam waktu bersamaan. Ada persoalan yang bisa langsung ditangani, tetapi ada pula yang membutuhkan tahapan perencanaan, penganggaran dan koordinasi lintas perangkat daerah.

“Setiap aspirasi yang kami terima ada yang jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang penyelesaiannya. Jangka pendek bisa langsung dikerjakan, jangka menengah butuh waktu seminggu atau bahkan sebulan, sedangkan jangka panjang akan kita masukkan ke dalam perencanaan di tahun depan,” jelasnya.

Menutup kegiatan Sapa Warga, Pemko Medan turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat. Bantuan tersebut meliputi beras, tas sekolah, perlengkapan pos kamling hingga mesin jahit sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan sosial dan peningkatan kesejahteraan warga.

Melalui kegiatan ini, Pemko Medan berharap komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat semakin terbuka, sekaligus memastikan berbagai persoalan di lingkungan warga dapat ditindaklanjuti sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *