Budaya

Rico Waas Bakal Ditabalkan Merga Ginting Suka, Mburo Ate Tedeh Jadi Ajang Persatuan Masyarakat Karo

325
×

Rico Waas Bakal Ditabalkan Merga Ginting Suka, Mburo Ate Tedeh Jadi Ajang Persatuan Masyarakat Karo

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Bukan sekadar ajang temu kangen, Mburo Ate Tedeh menjadi momentum istimewa untuk mempererat persaudaraan sekaligus melestarikan adat dan budaya Karo. Kegiatan yang mempertemukan masyarakat Karo ini akan digelar di Gedung TP PKK Kota Medan, Sabtu (7/11/2026), mulai pukul 15.00 WIB.

Momen istimewa dalam kegiatan tersebut adalah prosesi penabalan merga (marga) kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan istrinya, Airin Rico Waas.

Ketua Panitia Muhammad Edison Ginting, didampingi Sekretaris Harry Indrawan Tarigan, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan Mburo Ate Tedeh telah rampung. Kegiatan ini diperkirakan berlangsung meriah dengan kehadiran masyarakat Karo dari berbagai kalangan.

Sejumlah kepala daerah dari kalangan masyarakat Karo, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Sumatera Utara, anggota DPRD Kota Medan, tokoh adat, serta cendekiawan Karo juga direncanakan menghadiri kegiatan tersebut.

“Mburo Ate Tedeh bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Karo. Kami ingin melalui kegiatan ini, ikatan kekeluargaan dan kecintaan terhadap adat serta budaya Karo semakin kuat,” ujar Ginting.

Dalam prosesi adat tersebut, Rico Waas akan ditabalkan sebagai merga Ginting Suka dengan bebere Tarigan. Sementara istrinya, Airin Rico Waas, akan ditabalkan sebagai beru Sembiring Pelawi dengan bebere Karo Sekali Suka Piring.

Ginting menjelaskan, penabalan merga dan beru tersebut memiliki latar belakang sejarah yang erat kaitannya dengan hubungan persahabatan dan perjuangan antara keluarga Waas dan tokoh besar masyarakat Karo.

Kakek Wali Kota Medan, Letnan Jacob Waas, diketahui merupakan teman seperjuangan sekaligus ajudan Pahlawan Nasional Letjen Jamin Gintings dalam perjuangan melawan Belanda di Tanah Karo dan Sumatera Utara pada masa revolusi sekitar 1947.

“Hubungan sejarah antara Letnan Jacob Waas dan Letjen Jamin Gintings menjadi salah satu latar belakang penabalan merga ini. Kami ingin mengenang sekaligus menghormati ikatan persaudaraan dan perjuangan yang telah terjalin sejak masa itu,” jelasnya.

Tidak hanya prosesi penabalan merga, Mburo Ate Tedeh juga akan dimeriahkan dengan berbagai rangkaian adat dan budaya Karo. Mulai dari penampilan musik tradisional, prosesi adat, tradisi adu pengantin yang melibatkan tarian dan nyanyian, hingga manuk sangkep atau tradisi makan bersama.

Berbagai rangkaian tersebut diharapkan menghadirkan suasana kekeluargaan sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Karo kepada masyarakat luas.

Ginting berharap kegiatan ini menjadi wadah memperkuat tali silaturahmi masyarakat Karo, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Karo kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat Karo se-Kota Medan agar hadir dan bersama-sama meningkatkan tali silaturahmi serta menjaga kebersamaan sebagai satu keluarga besar masyarakat Karo,” pungkasnya.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *