Hukum

Buka Puasa dengan Wartawan, Kajati Ajak Pers Lawan Hoaks dan Tingkatkan Kompetensi

210
×

Buka Puasa dengan Wartawan, Kajati Ajak Pers Lawan Hoaks dan Tingkatkan Kompetensi

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id — Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, menggelar buka puasa bersama ratusan insan pers di aula kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan A.H. Nasution, Medan, Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara institusi kejaksaan dan media pada bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pimpinan organisasi pers di Sumatera Utara, di antaranya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Farianda Putra Sinik, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut Eris J. Napitupulu, serta Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Sumut Irfandi. Selain itu hadir pula jajaran pejabat Kejati Sumut dan ratusan wartawan dari berbagai media.

Dalam sambutannya, Harli mengatakan momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun hubungan yang lebih baik antara aparat penegak hukum dan insan pers. Menurut dia, peran pers penting dalam menyampaikan informasi kepada publik, termasuk mengenai kinerja lembaga penegak hukum.

“Pers memiliki posisi strategis sebagai pilar keempat demokrasi. Karena itu, hubungan yang harmonis antara kejaksaan dan media perlu dijaga agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap objektif dan berimbang,” kata Harli.

Ia juga mengingatkan wartawan untuk menjaga integritas dalam menyebarkan informasi. Menurut Harli, setiap informasi yang dipublikasikan seharusnya melalui proses verifikasi atau tabayun agar tidak menimbulkan misinformasi di tengah masyarakat.

Mengusung tema Menebar Kebaikan dan Menjauhi Hoaks, Harli menilai penyebaran informasi palsu dapat merugikan banyak pihak dan memicu keresahan publik. Karena itu, ia menekankan pentingnya proses check and recheck sebelum berita dipublikasikan.

“Kebebasan pers dijamin oleh negara, tetapi tetap harus dijalankan secara bertanggung jawab sesuai kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Harli juga menyampaikan rencana Kejati Sumut untuk mendorong peningkatan kapasitas wartawan yang meliput di lingkungan kejaksaan melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ia menyebutkan kemungkinan pelaksanaan UKW bagi wartawan yang bertugas di Kejati Sumut, minimal satu kelas hingga beberapa kelas jika memungkinkan.

“Harapannya, wartawan yang meliput di Kejati Sumut memiliki kompetensi yang baik sehingga informasi mengenai kinerja kejaksaan dapat disampaikan secara akurat dan profesional,” kata dia.

Harli menambahkan, ia telah menginstruksikan seluruh jajaran Kejati Sumut agar terbuka dalam memberikan informasi kepada media selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Informasi adalah hak publik. Karena itu, jajaran Kejati Sumut harus terbuka kepada media,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Harli menyampaikan terima kasih kepada para wartawan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan kegiatan buka puasa bersama itu murni sebagai ajang silaturahmi.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Dalam beberapa hari ke depan kita akan menyambut Idul Fitri,” kata Harli.

Sebelumnya, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan baru kali ini Kejati Sumut mengundang wartawan untuk berbuka puasa bersama selama masa kepemimpinannya di organisasi tersebut.

“Selama lima tahun saya menjabat, baru Pak Harli Siregar yang mengundang kami berbuka puasa bersama,” kata Farianda.

Pada akhir acara, Harli bersama pengurus organisasi pers menyerahkan bingkisan kepada perwakilan anak yatim secara simbolis.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *