Teknologi

Mudik Senyap di Jalur Listrik: Menakar Kesiapan SPKLU di Sumut

516
×

Mudik Senyap di Jalur Listrik: Menakar Kesiapan SPKLU di Sumut

Sebarkan artikel ini
Teks foto: General Manager PLN UID Sumatera Utara berbincang dengan pengemudi taksi mobil listrik saat pengisian daya di SPKLU Kualanamu, 19 Maret 2026.(ist)

MEDAN, Menarapos.id — Deru mesin nyaris tak terdengar di pelataran pengisian kendaraan listrik kawasan Bandara Kualanamu, Kamis siang itu. Yang terdengar hanya percakapan singkat dan dengung halus listrik mengalir. Di tengah arus persiapan mudik Idulfitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara menaruh taruhan pada satu hal: kesiapan infrastruktur kendaraan listrik.

Sehari sebelumnya, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menelusuri sejumlah titik pengisian. Dari rest area KM 65 A Tol Medan–Tebing Tinggi hingga kawasan bandara, ia memastikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) berfungsi tanpa cela. Kunjungan itu bukan sekadar seremonial; ada lonjakan pengguna kendaraan listrik yang diperkirakan menyertai arus mudik tahun ini.

Di atas kertas, PLN Sumatera Utara mengklaim telah menyiapkan 113 unit SPKLU di 91 lokasi strategis. Sebagian di antaranya dilengkapi teknologi ultra fast charging—fitur yang memangkas waktu tunggu, sekaligus menjadi jawaban atas kecemasan klasik pengguna kendaraan listrik: jarak tempuh dan waktu isi ulang.

Namun kesiapan itu diuji di jalur panjang. Ruas Tol Medan–Tebing Tinggi hingga Tebing Tinggi–Indrapura menjadi tulang punggung arus mudik darat. Di titik-titik rehat itulah SPKLU ditempatkan, menyasar pemudik yang mulai beralih ke kendaraan berbasis baterai.

“Kami memastikan seluruh SPKLU dalam kondisi siap beroperasi,” kata Mundhakir. Ia menyebut kehadiran infrastruktur ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan listrik.

Di balik pernyataan itu, terselip agenda yang lebih besar. PLN tak hanya menjaga pasokan listrik, tetapi juga mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi bersih. Infrastruktur pengisian menjadi kunci: tanpa itu, adopsi kendaraan listrik sulit bergerak.

Bagi pengguna, kesiapan ini belum sepenuhnya lepas dari kekhawatiran. Akses informasi menjadi faktor penting. PLN mengarahkan masyarakat menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk memantau lokasi dan ketersediaan SPKLU secara real time—sebuah solusi digital untuk persoalan fisik di lapangan.

Mudik tahun ini mungkin akan berbeda. Jika sebelumnya perjalanan diukur dari panjang antrean SPBU, kini sebagian pemudik mulai menghitungnya dari titik ke titik pengisian listrik. Di Sumatera Utara, PLN memastikan titik-titik itu telah tersedia. Seberapa andal mereka menahan lonjakan pengguna, akan terjawab di puncak arus mudik nanti.(red/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *