MEDAN, Menarapos.id – Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah, menekankan pentingnya percepatan seluruh program penanganan banjir di Kota Medan, termasuk proyek yang didukung pendanaan World Bank melalui skema nasional.
Afif mendorong Pemko Medan fokus menuntaskan pembebasan lahan, karena tahap ini menjadi kunci untuk memulai pembangunan fisik oleh pemerintah pusat.
Ia menjelaskan bahwa dana World Bank tersebut bukan diberikan kepada Pemko Medan, melainkan menjadi bagian dari proyek nasional Kementerian PUPR yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II. Pemko Medan, kata Afif, hanya bertugas menyiapkan lahan untuk pembangunan kolam retensi dan normalisasi sungai.
“Dari informasi yang saya terima, pembebasan lahan di Medan Selayang dan Medan Deli (KIM 1) akan selesai sebelum Juni. Ini terus kita kawal agar benar-benar tuntas. Lahan itu nanti digunakan untuk pembangunan kolam retensi yang dananya bersumber dari World Bank,” ujar Afif, Rabu (3/12/2025).
Afif memahami keresahan warga Medan terkait banjir, namun ia memastikan proses pelaksanaan program saat ini sedang berjalan.
Ia menyebut pembebasan lahan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan anggaran hingga persoalan hukum. Meski begitu, ia optimistis proses tersebut dapat diselesaikan jika koordinasi antarperangkat daerah diperkuat.
Afif kembali menegaskan bahwa publik tidak boleh salah memahami alur pendanaan proyek banjir tersebut.
“Dana Rp1,5 triliun itu bukan diberikan kepada Pemko Medan. Dana sepenuhnya dikelola Kementerian PUPR melalui BBWS. PUPR yang membangun, dan Kota Medan yang akan merasakan manfaatnya,” tegasnya.(nett/ac)






