Headline

Pemko Medan Klaim Siap Amankan Mudik Lebaran, 13 Pos Pengamanan Disiapkan

314
×

Pemko Medan Klaim Siap Amankan Mudik Lebaran, 13 Pos Pengamanan Disiapkan

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memastikan Pemerintah Kota Medan bersama unsur TNI dan Polri menyiapkan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Pernyataan itu disampaikan Rico setelah menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat Toba 2026” di wilayah hukum Polrestabes Medan, Kamis, 12 Maret 2026. Apel yang berlangsung di Markas Polrestabes Medan tersebut dipimpin oleh Kepala Polrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak.

Rico mengatakan pemerintah kota berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif selama masa mudik dan perayaan Lebaran.

“Pemerintah Kota Medan bersama TNI dan Polri bersiap menyambut Idulfitri dengan menyiapkan pelayanan maksimal, terutama dalam pengamanan. Kami ingin memastikan masyarakat yang hilir mudik tetap merasa aman,” kata Rico.

Ia juga meminta aparat di tingkat kewilayahan meningkatkan pengawasan lingkungan, terutama di kawasan permukiman yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik.

Menurut Rico, warga yang berencana meninggalkan rumah diminta melapor ke kantor kelurahan agar kondisi lingkungan dapat dipantau aparat setempat. “Dengan begitu, aparat di wilayah bisa melakukan pengawasan secara berkala,” ujarnya.

Selain pengamanan, pemerintah kota juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan kejadian darurat. Rico menyebut personel pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah disiagakan selama masa libur Lebaran.

“Semua personel dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga, seperti kebakaran di rumah yang kosong atau bencana yang muncul tiba-tiba,” kata dia.

Rico juga menyinggung ketersediaan bahan bakar dan kebutuhan pokok. Berdasarkan laporan dari Pertamina, stok BBM selama periode Lebaran disebut aman. Sementara itu, harga dan ketersediaan bahan pokok penting di pasar Kota Medan dinilai relatif stabil.

“Ada sedikit kenaikan pada beberapa komoditas, tetapi untuk protein utama seperti ayam dan daging sapi relatif stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok pangan,” ujar Rico.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Polrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Dalam arahannya kepada peserta apel, Jean menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi dan kebutuhan masyarakat selama periode mudik.

“Kami meminta masyarakat tidak melakukan panic buying dan membeli sesuai kebutuhan,” kata Jean.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pemerintah telah menyiapkan skenario pengaturan lalu lintas yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). Kebijakan tersebut mencakup rekayasa lalu lintas, pembatasan angkutan barang, serta penyediaan fasilitas istirahat bagi pemudik.

Khusus di Kota Medan, kepolisian menyiapkan 13 pos pengamanan, satu pos terpadu, dan satu pos pelayanan yang tersebar di berbagai titik strategis.

“Masyarakat dipersilakan memanfaatkan fasilitas tersebut. Kami juga menyediakan penitipan kendaraan di setiap polres bagi warga yang hendak mudik,” ujar Jean.

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026 ditandai dengan penyematan pita tanda operasi, dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan serta kendaraan dinas yang akan digunakan selama operasi.

Apel ini diikuti unsur gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Kota Medan, Basarnas, Pramuka, serta sejumlah mitra keamanan dan ketertiban masyarakat.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *