MEDAN, Menarapos.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) resmi menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat mulai pekan ini. Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan skema WFH dilakukan secara kombinasi, yakni 50 persen ASN bekerja dari rumah dan 50 persen lainnya tetap bekerja dari kantor atau work from office (WFO).
“Penerapan WFH sudah dimulai pekan ini, dengan komposisi 50 persen WFH dan 50 persen WFO. Namun pelayanan publik dan operasional penting seperti rumah sakit tidak boleh terganggu,” kata Bobby di Aula Raja Inal, Medan, Senin (6/4/2026).
Bobby menegaskan kebijakan tersebut tidak boleh disalahgunakan ASN untuk kepentingan pribadi, seperti bepergian atau berlibur. Ia menekankan tujuan utama WFH adalah efisiensi, khususnya dalam penghematan energi.
“Tujuan WFH ini untuk efisiensi. Jangan sampai malah dimanfaatkan untuk jalan-jalan yang justru meningkatkan penggunaan BBM,” tegasnya.
Pemprov Sumut, kata Bobby, akan menyusun skema pelaksanaan yang efektif dan terukur agar kebijakan berjalan optimal. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala setelah implementasi berjalan.
“Kita akan lihat efektivitasnya ke depan. Tugas kita adalah memastikan kebijakan ini berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Sumut juga tengah mengkaji kemungkinan penerapan program one day no car bagi ASN, khususnya di wilayah perkotaan. Program ini diharapkan dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi serta mendukung penghematan energi dan pengurangan emisi.
“Sedang kita kaji kemungkinan penerapan one day no car untuk ASN di lingkungan Pemprov Sumut, terutama di kawasan perkotaan,” pungkasnya.(rel)






