MEDAN, Menarapos.id — PT PLN (Persero) menyatakan sistem kelistrikan di Sumatera Utara berada dalam kondisi aman dan andal menjelang akhir masa siaga Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Klaim ini didasarkan pada data beban dan kapasitas daya yang menunjukkan adanya cadangan listrik selama periode Lebaran.
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, meninjau langsung pusat pengendalian distribusi (Control Room) UP2D Sumatera Utara pada Sabtu, 28 Maret 2026. Peninjauan dilakukan setelah rangkaian kegiatan peresmian listrik desa di Kabupaten Nias Utara, sebagaimana dalam siaran persnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, PLN melaporkan sistem interkoneksi Sumatera memiliki daya mampu 2.642 megawatt (MW), dengan beban puncak mencapai 2.372 MW. Artinya, terdapat cadangan daya sekitar 270 MW.
PLN menyebut selisih tersebut sebagai indikator kondisi surplus. Cadangan ini diklaim cukup untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik maupun potensi gangguan selama libur Idulfitri.
“Kami memastikan daya mampu cukup untuk memenuhi kebutuhan beban selama Idulfitri. Sistem komunikasi dan pengendalian juga berjalan optimal untuk merespons gangguan secara cepat,” kata Arsyadany.
PLN juga mengandalkan sistem digital Distribution Control Center (DCC) untuk memantau jaringan secara real-time. Sistem ini memungkinkan pengendalian jarak jauh serta percepatan respons saat terjadi gangguan di lapangan.
Sementara itu, untuk wilayah kepulauan yang tidak terhubung jaringan interkoneksi, seperti Nias, PLN melaporkan kondisi serupa. Sistem Nias memiliki daya mampu 71,20 MW, dengan beban puncak 45 MW dan cadangan 26,20 MW.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, mengatakan keandalan pasokan listrik selama periode ini bergantung pada kesiapan personel dan infrastruktur.
Menurut dia, seluruh petugas disiagakan penuh sejak Ramadan hingga Idulfitri untuk menjaga stabilitas pasokan listrik.
PLN juga mendorong masyarakat melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau layanan Contact Center 123. Perusahaan menyebut digitalisasi layanan menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan gangguan.
Meski demikian, PLN tidak merinci potensi risiko gangguan, seperti cuaca ekstrem atau gangguan teknis jaringan, yang kerap memengaruhi keandalan listrik di wilayah Sumatera Utara.
Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik saat Lebaran, klaim surplus daya ini akan diuji oleh stabilitas pasokan di lapangan, terutama pada periode beban puncak dan mobilitas masyarakat yang tinggi.(rel/PLN)






