MEDAN, Menarapos.id — PT PLN (Persero) menyiagakan ribuan personel untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Sumatera Utara selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik serta memastikan aktivitas masyarakat dan ibadah berjalan tanpa gangguan.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, E. Haryadi, meninjau langsung kesiapan sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara pada Kamis, 12 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia memeriksa sejumlah pusat pengendalian kelistrikan yang menjadi titik strategis pengawasan sistem.
Beberapa lokasi yang ditinjau antara lain Control Centre UP2B Sumbagut, Distribution Control Center (DCC) UP2D Sumatera Utara, serta Posko Siaga Kelistrikan PLN UID Sumatera Utara yang menjadi pusat koordinasi pemantauan distribusi listrik selama masa siaga Ramadan hingga Idulfitri.
Kunjungan tersebut turut dihadiri General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS) Amiruddin, jajaran manajemen PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara, serta para personel siaga kelistrikan.
Haryadi mengatakan PLN memperkuat keandalan sistem melalui pemantauan berbasis teknologi, pemeliharaan preventif, dan peningkatan kesiapan infrastruktur jaringan.
“Monitoring sistem dilakukan secara real time. Kami juga memastikan pemeliharaan preventif berjalan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah selama Ramadan hingga Idulfitri tanpa gangguan listrik,” kata Haryadi.
Menurut data PLN, sistem kelistrikan Sumatera Utara saat ini memiliki daya mampu sebesar 2.323 megawatt (MW) dengan beban puncak sekitar 2.210 MW. Artinya masih tersedia cadangan daya sekitar 113 MW untuk menjaga stabilitas pasokan selama periode siaga.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir mengatakan kondisi tersebut dinilai cukup aman untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
“Secara sistem, kondisi kelistrikan di Sumatera Utara masih aman dengan cadangan daya yang tersedia,” ujarnya.
Untuk menjaga keandalan jaringan, PLN menyiagakan 3.318 personel yang tersebar di seluruh wilayah kerja. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 384 posko siaga kelistrikan yang dilengkapi berbagai peralatan pendukung.
Peralatan tersebut meliputi 135 unit genset, 96 Unit Gardu Bergerak (UGB), 55 unit UPS, 164 mobil operasional, 225 sepeda motor, serta 22 truk crane yang disiapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan.
PLN juga memprioritaskan pengamanan listrik di 54 lokasi strategis selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Lokasi tersebut mencakup tiga bandara dan 34 masjid yang diperkirakan menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat.
Beberapa masjid yang menjadi fokus pengamanan antara lain Masjid Raya Al-Mashun Medan, Masjid Agung Medan, dan Masjid Al-Jihad, yang diproyeksikan menjadi lokasi salat Idulfitri dengan jumlah jemaah besar.
Mundhakir mengatakan kesiapan infrastruktur dan personel terus diperkuat untuk memastikan pasokan listrik tetap andal.
“Kami memastikan seluruh jaringan distribusi dalam kondisi optimal dan didukung personel siaga di berbagai titik strategis,” kata dia. “Komitmen kami adalah menghadirkan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idulfitri dengan nyaman.”(rel)






