Kriminal

Rumah Wartawati Online di Deli Serdang Dibobol Maling, Motor Vixion dan Ponsel Berisi Kartu ATM Raib

233
×

Rumah Wartawati Online di Deli Serdang Dibobol Maling, Motor Vixion dan Ponsel Berisi Kartu ATM Raib

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG, Menarapos.id — Aksi pencurian kendaraan bermotor menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Tidak hanya di Kota Medan, kasus serupa juga terjadi di wilayah pinggiran, termasuk Kabupaten Deli Serdang.

Salah satu korban adalah seorang wartawan yang akrab disapa Siti. Rumahnya di kawasan Pasar I Tambak Rejo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, dibobol maling pada Kamis dini hari, 12 Maret 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.

Siti mengatakan, saat kejadian ia dan suaminya, Fadli, sedang tertidur lelap sehingga tidak mendengar aktivitas mencurigakan di sekitar rumah.

“Biasanya kalau ada suara sedikit saja di luar rumah kami langsung terbangun. Tapi menjelang sahur itu kami tidur sangat lelap,” kata Siti kepada wartawan, Jumat, 13 Maret 2026.

Peristiwa itu baru diketahui ketika seekor kucing masuk ke kamar mereka. Saat Siti membuka pintu kamar untuk mengusir kucing tersebut, ia menyadari ada yang janggal di dalam rumah.

Ketika mengecek ke luar kamar, Siti mendapati sepeda motor miliknya sudah tidak berada di tempat semula. Suaminya kemudian memeriksa bagian belakang rumah dan menemukan pintu dapur dalam kondisi rusak diduga dijebol pelaku.

Sepeda motor yang hilang adalah Yamaha All New Vixion 150 cc dengan nomor polisi BK 3504 AJD. Selain kendaraan, pelaku juga mengambil telepon genggam milik Siti yang berada di dalam kamar.

“Di dalam casing ponsel itu ada kartu ATM Bank Sumut, uang Rp200 ribu, dan struk pembayaran listrik. Yang diambil hanya HP. Laptop dan printer tidak dibawa, mungkin karena tertutup handuk,” ujar Siti.

Ponsel yang hilang merupakan Vivo Y100 5G. Siti mengatakan sempat kesulitan menghubungi rekan-rekannya karena seluruh nomor tersimpan di perangkat tersebut. Ia kemudian mencoba memulihkan akun WhatsApp melalui laptop.

“Setelah berhasil memulihkan akun, saya langsung mengunci jarak jauh email yang terhubung dengan HP itu,” katanya.

Siti juga sempat melihat riwayat aktivitas perangkatnya melalui akun email. Berdasarkan data tersebut, ponsel diduga dimatikan sekitar pukul 01.43 WIB.

Usai kejadian, Siti bersama suaminya mendatangi Polsek Medan Tembung untuk membuat laporan polisi pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Namun ia mengaku belum dapat membuat laporan resmi pada hari yang sama.

Menurut Siti, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) meminta dokumen kendaraan seperti BPKB dan STNK untuk difotokopi terlebih dahulu.

“Setelah saya kembali dengan berkas fotokopi, saya diminta menulis nama, alamat kejadian, dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Saya pikir laporan langsung diproses, tapi diminta pulang dan menunggu di rumah karena katanya petugas akan datang sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar dia.

Siti mengatakan petugas yang dijanjikan datang ke lokasi tidak kunjung muncul hingga sore hari. Karena tidak ada kabar, ia akhirnya tetap menghadiri agenda liputan yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, Siti kembali ke Polsek Medan Tembung untuk menanyakan perkembangan laporan tersebut. Ia mengaku mendapat penjelasan bahwa petugas lupa melakukan koordinasi.

Petugas kemudian memberikan nomor telepon anggota yang bertugas di lapangan dan meminta Siti menghubunginya secara langsung.

“Saya sudah kirim lokasi dan dijawab ‘OTW’. Tapi kemudian diminta sabar karena katanya sedang menangani temuan mayat lebih dulu,” kata Siti.

Keluarga korban juga mempertanyakan lambannya respons petugas setelah laporan awal disampaikan.

“Di mana mereka? Kenapa belum datang? Sampai kapan harus menunggu?” kata Rukiyah, orang tua Siti.

Hingga berita ini ditulis pada Jumat, 13 Maret 2026, Siti mengatakan belum ada petugas yang datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal. Ia masih menunggu tindak lanjut dari pihak kepolisian. (Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *