MEDAN, Menarapos.id – Wakil Ketua DPRD Medan H Zulkarnaen SKM merespon keluhan warga yang menyampaikan bahwa anaknya mengalami perundungan atau bullying karena tidak membayar uang sekolah.
Hal ini disampaikan Nining saat pelaksanaan Sosperda Nomor : 06 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak pada Sesi II oleh Wakil Ketua DPRD Medan H Zulkarnaen SKM yang berlangsung di Jalan Pimpinan, Kelurahan Sei Kera Hilir 1, Medan Perjuangan, Sabtu (30/08/25).
Lebih lanjut Politisi Gerindra meminta agar DP3APMP2KB bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan mempertanyakan kepada pihak sekolah dalam hal ini SDM 27 yang beralamat di Jalan Pimpinan Gang Wisma, kenapa mengeluarkan siswa pada saat jam pelajaran dikarenakan tidak membayar uang sekolah.
Kepada Pimpinan DPRD Medan H Zulkarnaen SKM, Nining menyampaikan anaknya trauma, dimana yang mengeluarkan dari kelas adalah Kepala Sekolah langsung. Masih dalam penyampaiannya, saat meminta foto raport agar anaknya bisa pindah sekolah, namun diberikan persyaratan membayar tunggakan selama lima bulan terlebih dahulu.
Untuk itu, Zulkarnaen memastikan segera membayar uang sekolah tidak hanya yang tertunggak akan tetapi melunasi hingga setahun.
Ia pun menyesalkan pihak sekolah yang seharusnya bisa mencari solusi dalam menyelesaikan persoalan karena tertunggaknya pembayaran sekolah. Apalagi si anak menjadi takut untuk datang ke sekolah.
Dilokasi yang sama Torang pun menyampaikan bahwa pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan memediasi antara pihak sekolah dan orang tua murid agar nantinya tidak terulang kembali.
Begitu juga dalam Sosperda tersebut, Amiruddin Pane meminta agar pihak Pemko Medan bisa membantu kepengurusan akte lahir dan KK, khusus terhadap Andika (Anak Diluar Nikah), Anak Jalan (Anjal) dan lampu penerangan jalan ke Mesjid.
Dalam hal ini, Torang pun menyampaikan bahwa pihaknya bersama Dinsos Medan melaksanakan pengamanan namun nyata sebagian dari mereka tetap kembali ke jalanan.
Tentunya dengan dukungan dari Pimpinan DPRD Medan segera mencari solusi terbaik, sehingga para Anjal ini tidak kembali ke jalan.
Menanggapi tentang Andika, Zulkarnaen pun menegaskan tetap bisa mendapatkan hak yang sama, bisa mengurus akte dan KK, dimana hal tersebut dibenarkan oleh Sekcam Medan Perjuangan Faisal Harahap dalam acara Sosperda tersebut.
Nah untuk lampu penerangan jalan di Masjid, Zulkarnaen pun memastikan pada hari ini juga bisa berfungsi.
Dan begitu juga mengenai peminat tentang Sekolah Rakyat, nanti dicarikan solusi bila ada yang tidak masuk karena kuota yang telah ditentukan.
Ia menegaskan semasa Presiden Prabowo, jangan lagi ada anak yang putus sekolah.
“Ini pesan dari Ketua Umum Gerinda kepada seluruh kadernya harus tanggap, karena tanpa pendidikan, bagaimana mereka bisa bersaing sehingga inilah menjadi perhatian khusus bagi dirinya,” ucapnya lagi.
Diakhir pertanyaan oleh Iswarti yang meminta pengobatan gratis karena tak bisa membayar BPJS, Zulkarnaen menyatakan kalau untuk berobat tidak perlu khawatir. Pakai KTP Medan saja sudah bisa untuk berobat di Puskesmas bahkan bila kondisi darurat bisa langsung ke rumah sakit.
“Jika mereka menolak silahkan hubungi saya. Nanti kita akan telepon Direktur rumah sakitnya,”ucapnya.
Jaminan Kepada Anak
Wakil Ketua DPRD Medan H Zulkarnaen menegaskan pihaknya komitmen dalam memberikan jaminan dan perlindungan kepada anak.
Sekali lagi, saya tegaskan bahwa selain amanah dari Ketum Gerindra yang sekaligus Presiden kepadanya selaku kader juga memang tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat yang telah dipilih dan diamanatkan untuk membela kepentingan rakyat.
Untuk anak yang dikeluarkan dari sekolah ini telah kita minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama DP3APMP2KB Kota Medan agar ditelusuri sehingga kasus yang sama tak terulang lagi.
“Kita ingin jangan ada lagi rakyat yang mengeluh, untuk itu kepada OPD, kecamatan dan kelurahan berikanlah pelayanan terbaik kepada warga Kota Medan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekcam Medan Perjuangan Faisal Harahap menyampaikan sehubungan ada tawuran dikawasannya, langkah selain koordinasi yang dilakukan juga mendirikan posko.
Begitu juga untuk layanan akte dan KK bagi Andika ini pun kita bantu agar mereka mendapatkan hak yang sama. Dimana Akte dan KK sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.
Ini kita segera bantu dan berkoordinasi dengan Disdukcapil dalam kepengurusannya. (ac)