Politik

Sosperda Sampah di Medan: DPRD Soroti Banjir dan Armada

524
×

Sosperda Sampah di Medan: DPRD Soroti Banjir dan Armada

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan Sosperda Persampahan oleh Pimpinan DPRD Kota Medan, H Zulkarnaen SKM.(Amsal)

MEDAN, Menarapos.id – Pimpinan DPRD Kota Medan, H Zulkarnaen, melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan Nomor 07 Tahun 2024 tentang perubahan atas Perda Nomor 06 Tahun 2015 mengenai pengelolaan persampahan. Kegiatan ini digelar di Jalan Bandar Baru, Kelurahan Sidodadi, Medan Timur, Sabtu (11/4/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Sidodadi Hendra, perwakilan Perkim Cikataru Medan Rianto, Kabid DLH Medan Junedi, Plt Sekdis Lingkungan Hidup Medan Aristy, serta ratusan warga.

Dalam sambutannya, Zulkarnaen menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan sampah dan banjir di wilayah tersebut.

“Dari sosialisasi ini, kita menemukan beberapa permasalahan di lingkungan, terutama terkait pengelolaan sampah. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar bisa segera ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup,” Wakil Ketua DPRD Medan.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan OPD terkait serta pemerintah kelurahan untuk menindaklanjuti keluhan warga, termasuk persoalan banjir yang kerap terjadi.

Menurutnya, salah satu solusi yang sedang diupayakan adalah pembangunan kolam retensi. Saat ini, proses negosiasi pembebasan lahan masih berlangsung dengan pemilik lahan.

“Kita berharap pembebasan lahan ini segera terealisasi agar dapat digunakan sebagai kolam retensi untuk menampung air sebelum dialirkan ke sungai, sehingga banjir bisa diminimalisir,” jelasnya.

Selain itu, Zulkarnaen menegaskan bahwa dalam pembahasan anggaran 2026, pihaknya telah mengusulkan penambahan armada pengangkut sampah, baik berupa truk maupun becak sampah untuk menjangkau gang-gang sempit.

“Kita minta setiap kecamatan memiliki minimal dua armada angkutan sampah, serta penyediaan becak sampah di setiap lingkungan agar pengangkutan lebih optimal,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah, termasuk mengurangi penggunaan plastik dan memanfaatkan kembali bahan yang masih bisa digunakan.

“Kalau kita tidak terlibat, tidak mungkin orang lain yang akan menjaga lingkungan kita. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Zulkarnaen turut menyinggung penyebab banjir yang menurutnya tidak semata-mata faktor alam, melainkan juga akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, khususnya ke parit.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid DLH Medan menyampaikan bahwa sampah sisa makanan rumah tangga berkontribusi besar terhadap volume sampah. Jika dikelola dengan baik, dapat mengurangi hingga 48 persen beban persampahan.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Sejumlah warga mempertanyakan berbagai persoalan, mulai dari kebiasaan membakar sampah, kondisi parit yang tersumbat, hingga keberadaan Taman Juang 45 yang disebut menjadi lokasi penumpukan sampah dan aktivitas tuna wisma.

Menanggapi hal tersebut, Zulkarnaen memastikan bahwa keluhan warga akan segera ditindaklanjuti bersama pihak kecamatan dan OPD terkait.

“Kita akan jadikan ini sebagai perhatian serius, termasuk penanganan sampah di Taman Juang 45,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fungsi parit.

Sementara itu, perwakilan DLH Medan menjelaskan bahwa penarikan retribusi sampah dilakukan berdasarkan luas dan kondisi rumah. Ia juga menekankan pentingnya pengangkutan sisa sampah dari hasil pembersihan parit agar tidak menumpuk di pinggir jalan.

Pada sesi tanya jawab lanjutan, warga kembali menyampaikan keluhan terkait parit tersumbat dan aliran air yang terganggu akibat proyek pengerukan.

Menanggapi hal itu, Zulkarnaen menegaskan komitmennya untuk menormalisasi saluran drainase, khususnya di wilayah rawan banjir seperti Jalan Kapten Jamil Lubis dan kawasan Letda Sujono.

“Kita tidak ingin persoalan banjir terus berulang. Normalisasi parit dan pembangunan kolam retensi menjadi langkah yang terus kita dorong,” tutupnya.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *