Ekonomi

Indosat Tangkal Lebih dari 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam untuk Lindungi Pelanggan

278
×

Indosat Tangkal Lebih dari 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam untuk Lindungi Pelanggan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Menarapos.id – Enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko spam serta scam. Berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan dikembangkan bersama mitra teknologi strategis Tanla melalui platform Wisely AI, sistem ini secara konsisten melindungi 100 persen pelanggan dari potensi penipuan digital.

Di tengah meningkatnya peran ponsel sebagai sarana utama komunikasi, transaksi, dan aktivitas ekonomi, perlindungan ruang digital menjadi kebutuhan mendasar. Melalui penguatan fitur ini, Indosat tidak hanya menghadirkan konektivitas yang andal, tetapi juga rasa aman bagi pelanggan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Data internal Indosat menunjukkan sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan one-time password (OTP), phishing, dan undian palsu, dengan saluran utama melalui pesan singkat (SMS) dan panggilan suara. Aktivitas mencurigakan juga meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, serta masa pencairan bantuan sosial.

Lebih dari sekadar memblokir ancaman, fitur ini juga mendorong keterlibatan pelanggan dalam upaya pencegahan. Sejak diluncurkan, lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan aplikasi untuk peningkatan pengalaman pengguna dan melaporkan lebih dari 124.000 nomor yang terindikasi digunakan untuk aksi penipuan.

Dari sisi dampak sosial dan ekonomi, sistem perlindungan ini membantu pelanggan terhindar dari risiko kehilangan dana, gangguan usaha, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Manfaat perlindungan dirasakan signifikan, terutama oleh segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Secara keseluruhan, fitur ini diperkirakan membantu mencegah potensi kerugian finansial hingga US$500 juta. Hasil survei internal menunjukkan lebih dari 95 persen pelanggan merasa lebih terlindungi dengan kehadiran fitur ini.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, mengapresiasi langkah Indosat dalam memerangi spam dan scam di Indonesia.

“Kami mengapresiasi upaya Indosat dalam memerangi scam dan spam. Ini menjadi contoh nyata pemanfaatan AI yang tepat guna untuk perlindungan konsumen. Kami mendorong pelaku industri lain untuk melakukan hal serupa demi terciptanya ekosistem digital yang lebih aman,” ujarnya.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan penguatan fitur ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan nyata pelanggan.

“Ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi seperti Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” kata Vikram, dalam siaran pers, Senin (9/2/2026).

Sebagai mitra strategis Indosat, Tanla berperan dalam pengembangan sistem deteksi berbasis AI yang adaptif terhadap pola kejahatan digital. Sistem ini memiliki tingkat akurasi hingga 99 persen dan terus disempurnakan melalui pembelajaran data berkelanjutan.

Founder Chairman & CEO Tanla Platforms, Uday Reddy, menyatakan kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan inovasi yang berdampak nyata.

“Melalui Wisely AI, kami membantu melindungi masyarakat Indonesia sekaligus mendorong adaptasi digital di seluruh negeri. Kami menyambut masukan dan bangga dapat berkontribusi bagi masa depan digital Indonesia,” ujarnya.

Fitur Baru: Perlindungan yang Kian Cerdas dan Mudah Diakses

Modus kejahatan digital kian beragam dan mengancam masyarakat Indonesia. Laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA) mencatat hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, dengan lebih dari sepertiganya menjadi korban dalam 12 bulan terakhir. Rata-rata, setiap korban mengalami penipuan hingga 2,2 kali.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan sejak berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026, tercatat pengaduan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp9,1 triliun. Kondisi ini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi, kepercayaan publik, dan kesejahteraan masyarakat.

Merespons hal tersebut, Indosat bersama Tanla terus menyempurnakan sistem perlindungan agar tetap relevan dan mudah digunakan.

Bagi pelanggan IM3, layanan ini hadir melalui SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam). Sementara pelanggan Tri dapat memanfaatkan fitur TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *