Headline

Rico Waas Minta Pembangunan Medan Berdampak Nyata

261
×

Rico Waas Minta Pembangunan Medan Berdampak Nyata

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Rapat Kerja Pembangunan (RKP) Kota Medan Tahun 2026 di Grand City Hall, Rabu (11/2/2026). Mengusung tema “Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat, Bergerak Serentak Membangun Kota Medan”, forum ini ditegaskan harus menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Di hadapan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, narasumber dari Badan SAR, BBWS II Medan, Komunitas Siaga Bencana, serta pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, direktur BUMD, hingga kepala puskesmas se-Kota Medan, Rico menekankan pentingnya hasil nyata dari rapat kerja tersebut.

“Kalau kita masih mau biasa-biasa saja atau business as usual, mungkin tempat saudara-saudara bukan di sini. Kita harus lari kencang, bukan melempem,” tegasnya.

Menurut Rico, pembangunan 2026 harus menjadi momentum percepatan, bukan pengulangan pola lama. Seluruh jajaran diminta bergerak solid sebagai satu tim dan meninggalkan zona nyaman birokrasi.

Ia juga menyinggung banjir besar pada akhir 2025 yang melanda 19 dari 21 kecamatan di Medan. Bencana tersebut tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, tetapi juga melumpuhkan sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, bahkan menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa itu, lanjutnya, menjadi alarm keras bahwa pembangunan kota tidak cukup berfokus pada fisik, tetapi juga harus dibarengi mitigasi bencana yang serius dan terencana.

“Kota yang kuat bukan hanya yang terus membangun, tetapi yang siap pulih saat bencana datang,” katanya.

Karena itu, Rico meminta seluruh perangkat daerah memperkuat SOP kebencanaan, sistem peringatan dini, simulasi rutin, pembentukan relawan hingga tingkat kelurahan, serta integrasi dengan BPBD dan Basarnas. Strategi tersebut juga harus mencakup skema evakuasi, logistik, layanan kesehatan, hingga penyediaan pangan bagi warga terdampak.

Selain mitigasi bencana, Rico juga menyoroti pelayanan dasar, khususnya kesehatan dan pendidikan. Meski Universal Health Coverage (UHC) telah berjalan, ia menekankan kualitas layanan harus terus ditingkatkan.

“Masyarakat butuh dilayani dengan baik, bukan sekadar secara administratif. Profesionalisme dan empati tenaga kesehatan adalah kuncinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas rumah sakit dan puskesmas tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga kecepatan, ketepatan, dan sikap tenaga medis dalam menangani pasien.

Di sektor infrastruktur, Rico menyoroti kondisi jalan dan trotoar yang masih banyak rusak. Ia menegaskan perbaikan harus menjadi prioritas.

“Saya ingin jalan dan trotoar tahun ini dalam kondisi baik sehingga tata kota Medan semakin tertata,” imbuhnya.

Rico juga memastikan arah pembangunan Medan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penataan kawasan perkotaan yang lebih tertata dan berkelanjutan. Penataan tersebut mencakup tata ruang ramah lingkungan, pengendalian banjir, penyediaan ruang publik, serta pemerataan layanan dasar.

“Pembangunan harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Kota harus aman, sehat, dan nyaman,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Rico mendorong seluruh jajaran Pemko Medan berani berinovasi dan menciptakan karya pembangunan yang berkelanjutan.

“Karya yang dihasilkan merupakan prestasi rekan-rekan sekalian. Jika kita bekerja dengan kualitas dan tanggung jawab, hasilnya akan menjadi kebanggaan Kota Medan di masa depan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Medan Ferry Ichsan menyebut RKP 2026 sebagai puncak rangkaian proses perencanaan lintas sektor. Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan setiap program terfokus pada prioritas dan responsif terhadap tantangan kota.

“Perencanaan tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus terimplementasi dengan baik dan terukur,” ujar Ferry.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *