Headline

Saat Ketulusan Rico Luluhkan Hati Bupati Aceh Tamiang

222
×

Saat Ketulusan Rico Luluhkan Hati Bupati Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Hubungan antardaerah acapkali dinilai kaku, sebatas urusan birokrasi, angka, dan dokumen di atas meja kerja. Namun, cerita dari ruang makan di kawasan Jalan Kejaksaan, Medan Petisah, Kamis (9/7/2026) siang itu mematahkan stigma tersebut. Ada kehangatan yang menjalar saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, duduk semeja dengan Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi.

​Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ini adalah momen emosional, sebuah ucapan terima kasih yang tertunda dari sebuah daerah yang pernah nyaris lumpuh, kepada tetangganya yang mengulurkan tangan justru saat mereka sendiri sedang terluka.

​Mari memutar waktu kembali ke akhir November 2025. Saat itu, alam sedang tidak bersahabat dengan Kota Medan. Hujan ekstrem membuat ibu kota Sumatera Utara ini dikepung banjir besar. Sebanyak 19 dari 21 kecamatan terendam, menyisakan duka bagi sedikitnya 85.000 warga Medan. Kota ini sedang terluka parah.

​Namun di tengah kepanikan mengurus rumah sendiri, telinga Rico Waas menangkap kabar yang tak kalah pilu dari gerbang masuk Provinsi Aceh.

​”Kami mendengar kabar kalau kondisi di Aceh Tamiang sangat fatal. Betul-betul terendam, dan masyarakat serta Pak Bupati sendiri saat itu sangat membutuhkan bantuan,” kenang Rico, mengingat momen krusial tersebut.

​Rico dihadapkan pada pilihan sulit. Di satu sisi, warganya sedang kesusahan. Di sisi lain, jeritan dari Aceh Tamiang begitu menyayat hati karena infrastruktur di sana lumpuh total. Mengambil momentum Hari Bela Negara, Rico memilih mengetuk pintu kemanusiaan. Bagi Rico, membela negara tak melulu soal angkat senjata, melainkan menolong sesama anak bangsa yang sedang tenggelam dalam musibah.

​”Saat itu saya bilang, ‘Oke kita ke Tamiang. Ayo kita bantu Tamiang. Apa yang kita punya sekarang? Apa yang dibutuhkan oleh Aceh Tamiang? Pembersihan.’ Maka pemadam kebakaran dan alat berat dari Dinas SDABMBK langsung kita turunkan. Kami tidak mencari penghargaan atau timbal balik apa pun. Ini murni bicara tentang kemanusiaan dan persahabatan,” tegas Rico dengan mata berkaca-kaca.

​Membangun kembali Aceh Tamiang dari puing banjir nyatanya bukan perkara mudah. Kehancuran massal melanda rumah warga, dokumen-dokumen penting hanyut, hingga aset pemerintah rusak parah. Aceh Tamiang dipaksa merangkak kembali dari titik nol.

​Ketulusan Medan rupanya bukan sekadar formalitas “datang, foto, lalu pulang.” Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menceritakan bagaimana pasukan dari Medan bertahan di daerahnya bukan dalam hitungan hari, melainkan bulan.

​”Yang pertama datang membantu kami adalah dari Pemko Medan. Petugas Damkar dan alat berat PU sangat membantu membersihkan infrastruktur vital kami yang hancur. Hebatnya, mereka bekerja di Tamiang selama lebih dari empat bulan!” ungkap Armia Fahmi.

​Empat bulan bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah pemda untuk “meminjamkan” pasukannya ke daerah lain, terlebih di tengah masa pemulihan pascabencana.

Armia menceritakan bagaimana keluwesan dan empati dari seorang Rico Waas membuat masa tugas tim penyelamat terus diperpanjang, memastikan Aceh Tamiang benar-benar bisa berdiri di kaki sendiri. Tak hanya mengirim otot berupa personel dan armada fisik, Medan juga menyuntikkan stimulus anggaran demi mempercepat pemulihan di sana.

​Maka, kedatangan Armia ke Medan siang itu tidak main-main. Ia memboyong ‘pasukan penuh’ mulai dari Wakil Bupati Ismail, Sekda Syuibun Anwar, hingga seluruh kepala perangkat daerah. Mereka datang hanya untuk satu tujuan: menatap mata Rico Waas dan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya.

​Pertemuan penuh kekeluargaan yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap ini menjadi bukti nyata; bahwa di atas urusan politik dan batas wilayah, ada rasa kemanusiaan yang tak berbatas. Medan dan Aceh Tamiang telah membuktikannya lewat sekotak bantuan dan ketulusan yang meluluhkan sekat antarprovinsi.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *