Headline

Rico Waas Dorong Budaya Go Internasional

218
×

Rico Waas Dorong Budaya Go Internasional

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id — Hujan yang mengguyur Kota Medan tidak menyurutkan kemeriahan Karnaval Nusantara dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 bertajuk The Sparkling of Local Heroes and Culture, Kamis (2/7/2026) malam. Gelaran yang diikuti delegasi dari 98 kota se-Indonesia itu tetap berlangsung meriah dengan rute Jalan Pemuda–Jalan Ahmad Yani (Kawasan Kesawan) hingga Lapangan Merdeka.

Di tengah guyuran hujan ringan, antusiasme peserta dan masyarakat justru menjadi sorotan. Seluruh kontingen tetap tampil tanpa mundur, sementara ribuan warga bertahan di lokasi untuk menyaksikan ragam atraksi budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Karnaval diawali oleh kontingen Kota Semarang dan ditutup oleh Kota Banjarmasin serta Kota Medan sebagai tuan rumah. Sepanjang acara, ribuan penonton tampak memadati area hingga akhir pertunjukan.

Sebagai bagian dari Rakernas XVIII APEKSI, karnaval ini menjadi ajang promosi budaya daerah melalui pertunjukan tari, busana adat, dan atraksi kreatif dari masing-masing kota peserta. Kostum yang ditampilkan tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memuat makna sejarah dan identitas budaya daerah.

Kreativitas peserta terlihat tanpa batas, dengan pemanfaatan berbagai material sederhana hingga kompleks yang disulap menjadi karya busana yang memukau.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas tampil serasi mengenakan busana adat Melayu berwarna kuning. Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengenakan busana adat Melayu berwarna hitam.

Keduanya tampak menyambut langsung satu per satu kontingen yang menampilkan atraksi budaya khas daerah masing-masing.

Usai kegiatan, Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta dan masyarakat yang tetap bertahan di tengah hujan.

Ia menilai, keteguhan peserta yang tetap tampil maksimal mencerminkan kecintaan terhadap budaya bangsa.

“Luar biasa, kota-kota yang hadir tidak ada yang pulang. Semua tetap tampil menunjukkan karya terbaiknya. Saya juga mengapresiasi masyarakat yang tetap bertahan meski hujan,” ujar Rico.

Ia menambahkan, karya budaya yang ditampilkan dalam karnaval tersebut memiliki potensi besar untuk diperkenalkan ke tingkat internasional.

“Karya anak bangsa ini sangat luar biasa dan layak dipertontonkan di level dunia. Ini komitmen kita untuk terus memperjuangkan kebudayaan,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari Bima Arya Sugiarto yang mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Karnaval Nusantara di Kota Medan.

Ia menilai pertunjukan kolosal yang ditampilkan para peserta, termasuk dari tuan rumah, berlangsung sangat spektakuler meski dalam kondisi hujan.

“Walaupun hujan, mereka tidak bergeser sedikit pun. Tetap tampil dan menyuguhkan tarian kolosal yang luar biasa. Saya sangat kagum dan terpesona,” ujar Bima Arya.

Menurutnya, ketangguhan para peserta mencerminkan semangat kolaborasi antar pemerintah kota di bawah naungan APEKSI.

Hal senada juga disampaikan Ketua APEKSI Eri Cahyadi yang turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan antar kota menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah.

Karnaval Nusantara APEKSI XVIII di Medan kemudian ditutup dengan penampilan tarian kolosal yang melibatkan sekitar 300 penari anak. Acara ini juga dihadiri jajaran kepala daerah peserta Rakernas, Wakil Wali Kota Medan, unsur DPRD Kota Medan, Sekda Kota Medan, serta Forkopimda.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *