Headline

Target 50 Ribu, Baru 40.435 Pekerja Informal Medan Terdaftar BPJS

215
×

Target 50 Ribu, Baru 40.435 Pekerja Informal Medan Terdaftar BPJS

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id — Pemerintah Kota Medan mengklaim telah mendaftarkan 40.435 pekerja informal ke program jaminan sosial ketenagakerjaan hingga 24 Februari 2026. Angka itu setara 80,83 persen dari target 50.025 peserta yang dipatok untuk 2.001 kepala lingkungan di Kota Medan.

Klaim tersebut disampaikan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas dalam peluncuran program Upgrade New Empowering bagi kepala lingkungan dan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama BPJS Ketenagakerjaan di Grand Central Hotel, Rabu, 25 Februari 2026.

Rico menyebut program itu sebagai strategi memperluas perlindungan pekerja sektor informal sekaligus mencegah munculnya keluarga miskin baru akibat risiko kecelakaan kerja atau kematian kepala keluarga. “Ini bukan sekadar program administratif, tetapi jaminan masa depan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, peserta yang terdaftar minimal tiga tahun berhak atas sejumlah manfaat, mulai dari pembiayaan kecelakaan kerja tanpa batas nominal sesuai ketentuan hingga santunan kematian dan beasiswa pendidikan anak sampai perguruan tinggi.

Dalam skema yang berjalan sejak tahun lalu, setiap kepala lingkungan ditargetkan merekrut sedikitnya 25 peserta. Beberapa kepala lingkungan, kata Rico, mampu mendaftarkan hingga 300 orang. Tahun ini, target dinaikkan menjadi 50 peserta per kepala lingkungan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota, Jefri Iswanto, yang hadir dalam kegiatan tersebut, belum memaparkan rincian komposisi peserta berdasarkan jenis pekerjaan maupun besaran iuran yang ditanggung peserta dan pemerintah daerah.

Rico juga mengaku telah berdiskusi dengan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Utara, I Nyoman Swarjaya, terkait kepastian pembiayaan kecelakaan kerja. Ia menyatakan biaya perawatan dapat ditanggung penuh selama sesuai regulasi yang berlaku.

Selain peluncuran program, pemerintah kota menyerahkan secara simbolis beasiswa dan santunan klaim kepada ahli waris peserta. Hingga kini, tercatat 1.915 warga menerima manfaat beasiswa pendidikan dari program tersebut.

Meski capaian kepesertaan telah menembus 80 persen dari target, pemerintah kota masih menyisakan sekitar 9.590 pekerja untuk memenuhi target 50.025 peserta. Efektivitas program—termasuk keberlanjutan pembayaran iuran dan ketepatan sasaran pekerja informal—menjadi pekerjaan rumah yang belum dipaparkan secara rinci dalam forum tersebut.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *