Teknologi

PLN Petakan 10.068 Wilayah Belum Berlistrik, Direktur Distribusi Ungkap Tantangan Energi di Kuliah Umum UMSU

213
×

PLN Petakan 10.068 Wilayah Belum Berlistrik, Direktur Distribusi Ungkap Tantangan Energi di Kuliah Umum UMSU

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id — Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany G. Akmalaputri menyatakan masih ada ribuan wilayah di Indonesia yang belum menikmati akses listrik. Hingga kini, PLN memetakan sedikitnya 10.068 klaster lokasi yang belum terlistriki sebagai dasar penyusunan program Roadmap Listrik Desa.

Pernyataan itu disampaikan Arsyadany saat menjadi narasumber kuliah umum dalam rangka Milad ke-69 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Medan, Senin, 2 Maret 2026, sebagaimana dalam siaran persnya Selasa, 03 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di auditorium kampus tersebut dihadiri pimpinan universitas, sivitas akademika, mahasiswa, serta tokoh Muhammadiyah.

Menurut Arsyadany, sektor energi kini berada dalam tekanan besar akibat dinamika ekonomi global. Ia menyebut ketegangan geopolitik, krisis energi, perang dagang, hingga kekhawatiran resesi global membuat energi menjadi isu strategis yang menentukan stabilitas ekonomi dan sosial suatu negara.

“Di tengah dinamika global tersebut, kita masih memiliki tantangan pemerataan akses listrik. PLN telah memetakan 10.068 klaster atau titik lokasi yang belum terlistriki di seluruh Indonesia sebagai dasar penyusunan Roadmap Listrik Desa,” kata Arsyadany.

Ia menilai keberhasilan transisi energi nasional tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kepemimpinan dan kebijakan yang saling mendukung. Menurutnya, tiga faktor utama—kepemimpinan, teknologi, dan kebijakan—harus berjalan seiring melalui kolaborasi lintas sektor.

Arsyadany juga menekankan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan energi masa depan.

“Universitas memiliki peran penting sebagai pusat inovasi dan pencetak talenta energi masa depan. Generasi muda harus siap menghadirkan solusi energi yang efisien, berkeadilan, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, PLN juga menyerahkan dukungan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa untuk mempelajari teknologi energi bersih secara langsung.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Agussani, menyambut baik dukungan PLN dalam peringatan Milad ke-69 kampus tersebut. Ia mengatakan kolaborasi dengan perusahaan listrik negara membuka peluang riset dan penguatan literasi energi bagi civitas akademika.

“Kehadiran Direktur Distribusi PLN dalam Milad ke-69 ini merupakan kehormatan bagi kami. Sinergi dengan PLN membuka ruang kolaborasi riset, inovasi, serta penguatan literasi energi bagi mahasiswa dan dosen,” kata Agussani.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menyebut kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat fondasi transisi energi di daerah.

Menurut Mundhakir, kampus memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya energi bersih dan berkelanjutan.

“PLN UID Sumatera Utara memandang kolaborasi dengan UMSU sebagai investasi intelektual dan moral untuk masa depan energi Sumatera Utara. Kampus bukan hanya mitra edukasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya energi bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan penempatan SPKLU di lingkungan kampus juga menjadi simbol perubahan sistem distribusi energi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi rendah emisi.

Melalui momentum Milad ke-69 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, PLN berharap kerja sama antara industri dan dunia pendidikan semakin kuat untuk mendorong inovasi energi serta mendukung target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *