Teknologi

Tower Darurat Tiba dengan Hercules, PLN Targetkan Listrik Sumut Pulih 14 Juni

317
×

Tower Darurat Tiba dengan Hercules, PLN Targetkan Listrik Sumut Pulih 14 Juni

Sebarkan artikel ini
Teks : Petugas PLN saat melakukan penormalan jaringan pasca cuaca ekstrem. (ist)

MEDAN, Menarapos.id – PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara pasca cuaca ekstrem yang menyebabkan 9 tower transmisi roboh dan 3 tower lainnya rusak. Untuk mempercepat penanganan, PLN mendatangkan empat set Tower Emergency (TE), termasuk dua set yang dikirim menggunakan pesawat Hercules dari Jakarta.

Dimana mengintensifkan upaya pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara setelah cuaca ekstrem pada Kamis (4/6) menyebabkan kerusakan infrastruktur transmisi. Hingga kini, tercatat 9 tower transmisi roboh dan 3 tower mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan intensif.

Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan empat set Tower Emergency (TE) yang akan dipasang di jalur transmisi terdampak. Peralatan tersebut berasal dari berbagai unit PLN, yakni satu set dari Aceh, satu set dari Sumatera Selatan, dan dua set dari Jakarta.

Khusus dua set TE dari Jakarta, pengiriman dilakukan menggunakan pesawat Hercules yang tiba di Sumatera Utara pada Minggu (7/6). Langkah ini dilakukan guna mempercepat mobilisasi peralatan dan mendukung percepatan pekerjaan di lapangan.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera, Yenti Elfina, mengatakan PLN mengerahkan personel dan sumber daya terbaik dari berbagai wilayah untuk mempercepat pemulihan sistem transmisi.

“Kami bergerak cepat dengan mengerahkan personel lintas unit dan seluruh sumber daya yang dibutuhkan. Hari ini pesawat Hercules yang membawa dua set Tower Emergency dari Jakarta tiba di Sumatera Utara. Dukungan peralatan ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan tower darurat dan pemulihan sistem transmisi yang terdampak,” ujar Yenti.

Saat ini, fokus utama PLN adalah mendirikan Tower Emergency pada jalur SUTET 275 kV sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Ratusan personel disiagakan untuk memastikan proses mobilisasi material, konstruksi, hingga pengamanan lokasi berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja.

Yenti menjelaskan, berdasarkan perencanaan teknis, pembangunan Tower Emergency ditargetkan selesai pada 14 Juni 2026, dengan catatan kondisi cuaca dan akses pekerjaan di lapangan mendukung.

“Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan berjalan lebih cepat dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat segera pulih sepenuhnya,” katanya.

PLN memastikan seluruh personel tetap siaga selama 24 jam dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat normalisasi sistem kelistrikan di Sumatera Utara.

Yenti juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang mendukung proses pemulihan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Saat ini manajemen beban masih dilakukan secara terukur di beberapa wilayah untuk menjaga keandalan sistem. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat, pemerintah daerah, serta TNI/Polri dalam percepatan pemulihan ini,” tutupnya.

PLN mengimbau pelanggan untuk memantau perkembangan terbaru melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal komunikasi resmi PLN guna memperoleh informasi terkini terkait proses pemulihan kelistrikan di Sumatera Utara.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *