EkonomiIndeks

Live TikTok 11 Jam Nonstop di Jalur Mudik Cetak Rekor MURI

166
×

Live TikTok 11 Jam Nonstop di Jalur Mudik Cetak Rekor MURI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Menarapos.id – Perjalanan mudik biasanya identik dengan kekhawatiran sinyal yang hilang di tengah jalan. Namun pengalaman berbeda dibuktikan oleh Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan melalui program #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik”.

Dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta, keduanya mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori livestream TikTok nonstop terlama di jalur mudik. Siaran langsung tersebut berlangsung selama 11 jam tanpa putus.

Sepanjang perjalanan, Dave dan Iwet mengajak para pengikutnya ikut “mudik bareng” secara virtual melalui siaran langsung yang tetap stabil di berbagai titik perjalanan dengan mobilitas tinggi.

Konten livestream diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari obrolan santai di mobil, cerita perjalanan, hingga refleksi Ramadan. Dalam siaran tersebut, keduanya juga menghadirkan sejumlah bintang tamu seperti dr. Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, Boah Sartika, dr. Gian Pratama, serta Ustaz Alfie.

Percakapan yang berlangsung menghadirkan perspektif ringan mengenai perjalanan setiap orang untuk menjadi lebih baik, khususnya di momentum Ramadan.

Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan mengatakan pengalaman ini menjadi bukti bahwa teknologi dan konektivitas kini menjadi bagian penting dalam perjalanan mudik.

“Seru sekali bisa membawa followers ikut ‘mudik bareng’ secara virtual. Dari awal perjalanan sampai mendekati Jogja, semuanya terasa sangat lancar. Rasanya seperti perjalanan panjang yang ditemani jutaan orang,” ujar Dave.

Keberhasilan livestream selama perjalanan tersebut didukung oleh kesiapan jaringan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) yang telah dioptimalkan untuk menghadapi lonjakan trafik selama periode mudik.

Melalui program Ekspedisi Jaringan Andal, kegiatan ini juga menjadi uji ekstrem jaringan di jalur mudik yang padat. Pada periode tersebut mobilitas masyarakat meningkat dan pelanggan membutuhkan koneksi stabil untuk navigasi, komunikasi dengan keluarga, transaksi digital, hingga hiburan selama perjalanan.

Untuk memastikan pengalaman tersebut, Indosat melakukan optimalisasi jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama dan lebih dari 790 point of interest (POI). Lokasi tersebut mencakup gerbang tol, rest area, stasiun, terminal, hingga destinasi wisata.

Selain itu, seluruh jaringan juga dipantau selama 24 jam setiap hari guna menjaga kualitas layanan tetap stabil sepanjang periode mudik.

Dalam pengukuran internal selama ekspedisi, rata-rata kecepatan internet yang diterima selama livestream tercatat mencapai 90 Mbps. Bahkan pada titik dengan kualitas jaringan terendah sekalipun, koneksi tetap memadai untuk menjaga siaran langsung tetap stabil dengan kecepatan sekitar 15 Mbps.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan perjalanan mudik menjadi momen ketika kualitas jaringan benar-benar diuji.

“Jutaan orang bergerak di waktu yang sama, dan pelanggan ingin tetap bisa memberi kabar kepada keluarga, berbagi momen, melakukan navigasi, serta menikmati perjalanan tanpa gangguan. Karena itu kami memastikan jaringan Indosat tetap andal di sepanjang jalur mudik,” ujar Vikram.

Ia menambahkan bahwa menghadirkan konektivitas yang lebih baik merupakan perjalanan berkelanjutan bagi perusahaan.

“Bagi kami, menghadirkan konektivitas yang lebih baik bukan sekadar klaim, tetapi pengalaman nyata yang dirasakan pelanggan di setiap kilometer perjalanan mereka,” tambahnya.

Bagi Indosat, kesiapan jaringan selama Ramadan dan Idulfitri merupakan bagian dari komitmen #LebihBaikIndosat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui jaringan yang semakin andal, teknologi yang makin relevan, perlindungan digital yang semakin kuat, serta kepedulian sosial bagi masyarakat.

Melalui Ekspedisi Jaringan Andal, komitmen tersebut dihadirkan dalam bentuk koneksi yang stabil di sepanjang perjalanan menuju kampung halaman.

Rekor MURI ini sekaligus menunjukkan bahwa di era digital, perjalanan mudik bukan hanya soal menempuh jarak, tetapi juga tentang tetap terhubung, berbagi cerita, dan menikmati perjalanan di setiap kilometer perjalanan.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *