Headline

Menko Polkam Soroti Narkoba hingga Judi Online di Sumut

322
×

Menko Polkam Soroti Narkoba hingga Judi Online di Sumut

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menekankan pentingnya kekompakan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjalankan program pemerintah. Ia menilai sinergi antara pimpinan daerah dan aparat keamanan menjadi kunci agar kebijakan pemerintah berjalan efektif dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Djamari dalam forum silaturahmi yang berlangsung di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Minggu, 15 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir bersama sejumlah unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat untuk mendengarkan pandangan terkait kondisi sosial di Sumatera Utara.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam forum itu, antara lain Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Pangdam I/Bukit Barisan Hendy Antariksa, Kapolda Sumatera Utara Whisnu Hermawan Februanto, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Harli Siregar. Hadir pula Sultan Deli ke-14 Tuanku Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah bersama perwakilan Majelis Ulama Indonesia, tokoh adat, tokoh agama, kalangan pengusaha, serta organisasi kemasyarakatan.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah tokoh menyoroti berbagai persoalan sosial yang dinilai memerlukan perhatian bersama. Kerukunan umat beragama di Sumatera Utara, yang selama ini relatif terjaga, dinilai perlu terus dipelihara. Di sisi lain, mereka juga menyinggung persoalan penyalahgunaan narkoba, peredaran bahan bakar minyak (BBM), hingga maraknya praktik judi daring.

Djamari mengingatkan para pemimpin daerah agar mengesampingkan kepentingan pribadi dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurut dia, jabatan publik harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menyinggung dinamika global yang disebutnya penuh ketidakpastian akibat konflik di sejumlah kawasan, seperti Ukraina, Gaza Strip, dan Iran. Konflik tersebut, kata dia, berdampak pada stabilitas internasional dan berpotensi memicu berbagai krisis.

Meski demikian, Djamari memastikan ketersediaan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak, berada dalam kondisi aman. Ia menyebut cadangan energi Indonesia masih berada di atas batas minimal. Pemerintah, lanjutnya, juga terus mendorong pengembangan energi alternatif, termasuk biofuel, untuk memperkuat ketahanan energi nasional.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *