Headline

Ramadhan Fair XX Berakhir, UMKM Raup Rp2,2 Miliar

315
×

Ramadhan Fair XX Berakhir, UMKM Raup Rp2,2 Miliar

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id — Pemerintah Kota Medan menutup penyelenggaraan Ramadhan Fair XX pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan yang digelar sejak 25 Februari itu diklaim mencatat perputaran transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar Rp2,2 miliar.

Penutupan dilakukan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di kawasan Ramadhan Fair di sekitar Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli. Ia hadir bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.

Menurut Rico, Ramadhan Fair telah berlangsung selama dua dekade dan menjadi agenda rutin kota. Pemerintah kota menilai kegiatan tersebut bukan hanya ajang perayaan Ramadan, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat sekaligus sarana syiar keagamaan.

“Ramadhan Fair sudah menjadi tradisi Kota Medan selama dua dekade terakhir,” kata Rico dalam sambutannya.

Panitia mencatat sekitar 150 gerai kuliner serta puluhan stan kriya ikut meramaikan kegiatan tahun ini. Para pelaku UMKM tersebut menempati area bazar yang dibuka sepanjang bulan Ramadan.

Rico mengatakan keberadaan UMKM menjadi salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan Ramadhan Fair. Pemerintah kota menyebut kegiatan ini ikut mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Berdasarkan data panitia, total transaksi selama penyelenggaraan mencapai sekitar Rp2,2 miliar atau rata-rata sekitar Rp110 juta per hari. Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar dua ribu orang setiap hari.

Selain bazar kuliner dan produk kerajinan, kegiatan ini juga diisi berbagai agenda keagamaan. Panitia menggelar tausiyah serta sejumlah perlombaan Islami, seperti lomba da’i cilik, azan, hafalan surah pendek, dan peringatan Nuzulul Qur’an.

Menjelang akhir acara, Rico mengajak masyarakat mempertahankan nilai-nilai yang dipelajari selama Ramadan, seperti kesabaran, kepedulian, dan kebersamaan.

Ia berharap Ramadhan Fair tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan berkembang sebagai ruang budaya sekaligus ruang ekonomi bagi masyarakat Kota Medan.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *