Headline

Rico Respons Kilat Aduan Warga Medan Johor

163
×

Rico Respons Kilat Aduan Warga Medan Johor

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menunjukkan respons cepat terhadap berbagai keluhan warga saat kegiatan Sapa Warga di halaman SDN 060936, Jalan Pintu Air II, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang digelar usai gotong royong bersama masyarakat itu menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan warga.

Beragam persoalan disampaikan warga, mulai dari kondisi taman kota yang kurang terawat, drainase yang tidak berfungsi optimal, banjir, jalan rusak, hingga layanan kesehatan.

Keluhan pertama datang dari Agus, warga Karya Jaya Gedung Johor. Ia menyoroti kondisi Taman Cadika yang dinilai kurang terawat. Mendengar hal itu, Rico Waas langsung memberi instruksi kepada jajaran terkait.

“Kadispora dan DLH, tolong jaga kebersihan Cadika secara menyeluruh, tidak hanya di jalur depan. Bagian belakang juga harus dipantau. Minggu depan harus sudah bersih,” tegas Rico.

Persoalan drainase juga menjadi perhatian. Yus, warga Lingkungan 11 Suka Maju, mengeluhkan genangan air yang kerap terjadi saat hujan akibat saluran drainase yang tidak optimal. Rico meminta Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

“Kalau memungkinkan, segera kita dorong realisasinya,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Sahara Tarigan yang menyoroti proyek normalisasi drainase yang belum tuntas serta kondisi Jalan Gang Cangkul yang rusak. Rico langsung meminta dinas terkait melakukan pengecekan dan melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.

Sementara itu, Usman Lubis, warga Kelurahan Titi Kuning, mengeluhkan jalan rusak dan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) yang menimbulkan bau hingga mengganggu aktivitas ibadah. Menanggapi hal tersebut, Rico menegaskan pihaknya akan terus mendorong perbaikan jalan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta meminta penataan ulang lokasi TPS.

Keluhan yang tak kalah serius datang dari Asmudin Lubis, warga Kedai Durian. Ia menyebut banjir kiriman dari wilayah Deli Serdang masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Asmudin meminta pelebaran dan pendalaman parit agar aliran air dapat tertampung dengan baik.

Merespons hal itu, Rico langsung memerintahkan jajaran terkait melakukan pengecekan lapangan dan kajian teknis.

Masalah penerangan jalan umum (PJU) dan jalan rusak di kawasan perbatasan juga mengemuka dalam dialog tersebut. Rico meminta Dinas Perhubungan segera turun ke lokasi pada hari yang sama untuk menindaklanjuti laporan warga.

Warga Lingkungan 9 Kwala Bekala bahkan mengaku wilayah mereka bisa mengalami banjir hingga tiga kali dalam sebulan. Menanggapi hal itu, pihak kecamatan menjelaskan bahwa normalisasi drainase sepanjang 800 meter menuju Sungai Babura tengah berlangsung. Selain itu, pemasangan lampu penerangan jalan juga segera dilakukan.

Di sektor kesehatan, seorang warga bernama Agnes mempertanyakan status kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif. Rico memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh layanan kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

“Tidak aktif pun tetap bisa dilayani. Tidak ada alasan untuk tidak dilayani,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rico juga berpesan kepada Camat Medan Johor Bachtiar agar terus membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Jadikan mereka keluarga. Keluhan seperti ini harus cepat ditindaklanjuti,” pesannya.

Menutup dialog, Rico mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Ia mengajak warga lebih peduli terhadap kondisi parit dan drainase serta tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang kerap menjadi penyebab utama penyumbatan saluran air.

“Jangan sampai ada lagi sampah plastik menumpuk di parit. Ini harus kita jaga bersama, karena dampaknya kembali ke kita semua, terutama saat hujan,” pungkasnya.(AC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *