Pemerintahan

Bobby Minta Proyek Tanggul Sungai Tukka Dipercepat, Antisipasi Banjir Susulan

1015
×

Bobby Minta Proyek Tanggul Sungai Tukka Dipercepat, Antisipasi Banjir Susulan

Sebarkan artikel ini
Foto: Gubernur Sumut Bobby Nasution didampingi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau pembangunan Tanggul Sungai Tukka di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Senin (13/4/2026), di tengah hujan deras.(ist)

TAPANULI TENGAH, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta percepatan pengerjaan tanggul dan sabodam Sungai Tukka di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Hal ini untuk mengantisipasi banjir susulan yang berpotensi berdampak pada permukiman warga.

Permintaan itu disampaikan Bobby saat meninjau langsung pembangunan tanggul dan sabodam di Desa Hutanabolon, Senin (13/4/2026), di tengah hujan deras.

Dalam kunjungan tersebut, Bobby berdialog dengan pihak pelaksana proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dinas PUPR Sumut, serta Bupati Tapteng Masinton Pasaribu guna mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan.

“Yang kita khawatirkan kalau ini tidak cepat selesai, nanti dampaknya dirasakan masyarakat. Saya tekankan agar kita saling support. Mana yang belum selesai secara administrasi segera dituntaskan. Untuk masalah lahan, kami sudah bicarakan dengan BPN,” ujar Bobby.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Bobby meminta semua pihak aktif mendukung dan tidak hanya menunggu.

“Saya minta satu pekan ini sudah ada progres yang baik. Kami sudah sering datang ke sini untuk memastikan kondisi masyarakat. Sementara pemulihan pascabencana terus dilakukan semua pihak, termasuk TNI dan swasta,” katanya.

Di lokasi, Bobby juga meninjau kondisi tanggul saat debit air meningkat akibat hujan deras. Ia menilai kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan.

Diketahui, Kecamatan Tukka telah tiga kali dilanda banjir bandang, yakni pada November 2025, Januari 2026, dan Februari 2026 menjelang Ramadan.

“Intinya jangan ada lagi alasan, karena anggarannya sudah ada. Segera siapkan, termasuk dukungan dari Pemkab. Tidak ada yang bisa kerja sendiri. Jangan sampai banjir lagi dan pekerjaan diulang dari awal,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.

Ia memastikan pemerintah daerah siap memenuhi berbagai kebutuhan untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) yang direncanakan berlangsung hingga 2028.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *