MEDAN, Menarapos.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong para purnabakti lurah mendokumentasikan pengalaman selama bertugas dalam bentuk buku. Menurutnya, pengalaman tersebut penting sebagai catatan sejarah sekaligus bahan pembelajaran bagi generasi berikutnya.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Forum Silaturahmi Purnabakti Lurah (FSPL) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (26/5/2026).
Rico menilai pengalaman para mantan lurah masih sangat relevan menjadi masukan bagi pemerintah. Karena itu, FSPL diharapkan menjadi ruang berbagi gagasan dan pandangan, mengingat para anggotanya memahami langsung kondisi sosial masyarakat hingga dinamika pemerintahan di tingkat bawah.
“Pengalaman para lurah ini sangat berharga. Bisa menjadi pembelajaran dan referensi bagi generasi penerus maupun pemerintah,” ujar Rico Waas.
Ia menegaskan, lurah merupakan ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Meski telah purnatugas, pengabdian mereka dinilai tetap melekat di tengah warga.
“Lurah itu bagian dari masyarakat. Kalau bekerja dengan baik, dekat dengan warga, dan memberi pelayanan maksimal, pasti akan selalu dikenang,” katanya.
Atas nama Pemko Medan, Rico Waas juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para purnabakti lurah selama mengabdi.
“Pemerintah harus hadir untuk masyarakat, bukan hanya lewat niat, tetapi tindakan nyata,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua FSPL Medan Ahmad mengatakan forum tersebut menjadi wadah bagi para mantan lurah untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Medan.
“Kami berharap Pak Wali Kota dapat mengukuhkan kepengurusan FSPL periode 2025-2030 agar organisasi ini memiliki legitimasi dan semakin bermanfaat,” katanya.
Menurut Ahmad, pengalaman para purnabakti lurah dapat menjadi masukan bagi lurah aktif sekaligus membantu menjaga kondisi Kota Medan tetap kondusif.(rel)






