Politik

Wasbang Pimpinan DPRD Medan, Guru Usulkan Regulasi Perlindungan Hukum Saat Menegakkan Disiplin di Sekolah

217
×

Wasbang Pimpinan DPRD Medan, Guru Usulkan Regulasi Perlindungan Hukum Saat Menegakkan Disiplin di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Pimpinan DPRD Medan H Zulkarnaen bersama Ketua dan Kepala SMK Swasta Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA) serta unsur Muspika Medan Timur pada dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bertema "Urgensi Pancasila bagi Generasi Z dan Post Z" di SMK Swasta Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA), Jalan Asrama, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur. (Amsal)

MEDAN, Menarapos.id – Di tengah upaya penguatan nilai-nilai Pancasila bagi Generasi Z dan Post Z, para guru di Kota Medan menyampaikan aspirasi terkait pentingnya perlindungan hukum bagi tenaga pendidik saat menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan kedisiplinan siswa.

Aspirasi tersebut disampaikan Guru SMP Swasta Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA), Suparman, kepada Wakil Ketua DPRD Medan H. Zulkarnaen SKM dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bertema “Urgensi Pancasila bagi Generasi Z dan Post Z” di SMK Swasta Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA), Jalan Asrama, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (20/6/2026).

Suparman mengatakan banyak guru saat ini merasa khawatir ketika menegakkan disiplin karena berpotensi dilaporkan secara pidana oleh orang tua siswa.

“Ini bukan keluhan pribadi, tetapi aspirasi banyak guru, bukan hanya di Medan melainkan juga secara nasional. Guru sering khawatir ketika menegakkan disiplin karena takut dipidanakan, padahal tujuannya untuk mendidik,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian guru menjadi ragu memberikan teguran kepada siswa yang melanggar aturan. Akibatnya, upaya pencegahan berbagai persoalan remaja, seperti kenakalan pelajar, geng motor hingga penyalahgunaan narkoba, menjadi semakin menantang.

Karena itu, ia berharap aspirasi tersebut dapat diteruskan kepada pemerintah pusat agar lahir regulasi yang memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik.

DPRD Medan Siap Teruskan Aspirasi Guru
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Medan H. Zulkarnaen SKM menegaskan perlindungan terhadap guru merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, guru harus mendapatkan dukungan regulasi yang memadai agar dapat menjalankan tugas pendidikan, pembinaan karakter, dan kedisiplinan secara optimal.

“Usulan mengenai payung hukum bagi guru akan kami teruskan kepada pimpinan DPR RI untuk ditindaklanjuti. Perlindungan guru harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, orang tua maupun masyarakat,” kata Zulkarnaen.

Selain perlindungan hukum, DPRD Medan juga berkomitmen memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Pancasila Dinilai Tetap Relevan bagi Generasi Z dan Post Z
Dalam pemaparannya, Zulkarnaen menekankan bahwa Generasi Z dan Post Z tumbuh di era digital yang ditandai dengan perkembangan teknologi, media sosial, kecerdasan buatan (AI), serta derasnya arus informasi global.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, kondisi tersebut menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan yang membutuhkan penguatan karakter melalui nilai-nilai Pancasila.

“Generasi Z dan Post Z memiliki akses informasi yang sangat luas, kritis, kreatif, dan cepat beradaptasi terhadap perubahan. Namun di sisi lain, mereka juga menghadapi berbagai tantangan akibat derasnya arus informasi digital,” ujarnya.

Ia menegaskan Pancasila tetap relevan sebagai pedoman moral, perekat persatuan bangsa, sekaligus filter terhadap berbagai pengaruh negatif globalisasi.

Peran Pancasila dalam Membangun Generasi Indonesia Emas 2045
Zulkarnaen menyebut sedikitnya terdapat lima peran strategis Pancasila bagi Generasi Z dan Post Z, yaitu:

Menjadi pedoman moral dalam kehidupan sehari-hari.

Memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya.

Menjadi filter terhadap pengaruh negatif globalisasi.

Menumbuhkan budaya demokrasi, musyawarah, dan toleransi.

Menjadi landasan menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadi agen perubahan positif dengan bijak menggunakan media sosial, menolak hoaks, melestarikan budaya lokal, serta memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa.

Medan Disebut Miniatur Indonesia
Dalam kesempatan itu, Zulkarnaen menilai Kota Medan merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.

Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, menghormati perbedaan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.

“Pancasila tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi. Implementasi nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat hingga media sosial,” tegasnya.

Menurutnya, karakter yang kuat, wawasan kebangsaan yang baik, serta pemahaman terhadap Pancasila akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Pelajar Diuji Pemahaman Kebangsaannya
Dalam kegiatan tersebut, Zulkarnaen juga berinteraksi langsung dengan para pelajar melalui sesi tanya jawab seputar Pancasila, UUD 1945, dan wawasan kebangsaan.

Ia mengaku bangga melihat pemahaman kebangsaan para siswa dan memberikan apresiasi kepada para guru yang dinilai berhasil menanamkan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala SMK Swasta Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA), Dra. Armayanti M.Si, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan wawasan kebangsaan tersebut.

Armayanti juga mengungkapkan rasa syukur atas bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah senilai Rp1,67 miliar pada Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, bantuan tersebut memberikan manfaat besar, terutama dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Menutup kegiatan, Zulkarnaen mengajak para pelajar untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jadikan Pancasila sebagai pedoman hidup agar Indonesia menjadi negara yang maju, berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *