MEDAN, Menarapos.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Medan, Arrahmaan Pane, resmi menutup Forum Komdigi APEKSI ke-XVIII yang digelar di Hotel Aryaduta Medan, Kamis (2/7/2026). Dalam penutupan tersebut, ia mengajak seluruh Kadis Kominfo se-Indonesia memperkuat kolaborasi dan membangun prinsip saling dukung untuk mempercepat transformasi digital di daerah.
Penutupan kegiatan turut dihadiri Kepala BBLSDM Komdigi Medan Christiany Juditha, akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta Josep J. Darmawan, serta para kepala Dinas Kominfo dari berbagai kota, di antaranya Kota Bandung Henryco Arie Sapiie dan Kota Makassar Dr. Muhammad Roem.
“Kami menginginkan kita semua lebih kompak, lebih akrab, saling support, dan saling mendukung. Kominfo adalah corong dari masing-masing kota. Lewat kebersamaan ini, kita bisa saling berbagi solusi,” ujar Arrahmaan.
Menanggapi keterbatasan anggaran yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, Arrahmaan menawarkan pendekatan kolaboratif antarkota. Ia mencontohkan, aplikasi layanan publik yang sudah berhasil di satu daerah dapat direplikasi oleh daerah lain tanpa harus membangun dari awal dengan biaya besar.
“Kalau Makassar punya aplikasi bagus, kita bisa sharing dan buat MoU. Begitu juga kalau belajar regulasi penurunan kabel udara ke bawah tanah, kita bisa mengadopsi dari Kota Bandung. Konsep ini yang ingin kita bangun,” jelasnya.
Ia juga mengusulkan pembentukan Forum Kominfo Kota khusus APEKSI yang akan rutin menggelar pertemuan daring setiap bulan sebagai wadah berbagi tantangan dan solusi digitalisasi di daerah.
Berdasarkan aspirasi yang dihimpun melalui Google Form selama forum berlangsung, Arrahmaan memaparkan lima rekomendasi utama yang akan disampaikan kepada pengurus APEKSI Pusat. Kelima rekomendasi tersebut meliputi:
Pertama, regulasi tata kelola komunikasi publik nasional untuk mendorong aturan yang lebih komprehensif. Kedua, panduan anggaran advokasi media guna memperkuat tata kelola kerja sama media di daerah. Ketiga, regulasi indikator kinerja utama (IKU) Kominfo sebagai standar pengukuran kinerja yang jelas bagi dinas Kominfo.
Keempat, standardisasi teknis pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pelayanan publik. Kelima, penguatan analisis media sosial serta infrastruktur digital pemerintah untuk mendukung pemantauan isu publik dan pemerataan teknologi di daerah.
Menutup sambutannya, Arrahmaan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah dan berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut pada forum APEKSI tahun depan yang direncanakan digelar di Kota Bandung.
“Mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan kami selama dua hari ini. Bawa pulang kenangan yang baik ke daerah masing-masing, dan mari kita bersama-sama membangun Indonesia yang kita cintai,” pungkasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Arrahmaan Pane didampingi Sekretaris Dinas Kominfo Budi Hariono menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Kadis Kominfo Kota Bandung, Kota Makassar, serta para pemateri workshop.(rel)






