Berita

Proyek Diduga Mie Gacoan di Deli Serdang Diamuk Warga

138
×

Proyek Diduga Mie Gacoan di Deli Serdang Diamuk Warga

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG, Menarapos.id – Aktivitas pembangunan sebuah gedung komersial yang diduga kuat milik jaringan restoran populer, Mie Gacoan, di kawasan Pasar 7, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, mendadak viral dan menuai sorotan tajam.

​Proyek raksasa yang tengah dikebut itu diprotes keras oleh masyarakat setempat. Pasalnya, selain kedapatan ‘kucing-kucingan’ karena diduga belum memasang Plang Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), aktivitas proyek tersebut juga dituding merusak fasilitas umum dan lingkungan sekitar.

​Salah seorang warga yang rumahnya tepat berada di depan proyek, Eka, blak-blakan mengaku keluarganya menjadi pihak yang paling menderita sejak proyek tersebut mulai ‘angkat batu’.

​”Kami sangat terganggu dengan aktivitas pembangunan ini. Lingkungan menjadi kotor, berdebu, dan aktivitas kami sehari-hari lumpuh total!” cetus Eka dengan nada kecewa kepada wartawan.

Warga Klaim Tak Pernah Dimintai Izin, Truk Monster Keluar Masuk Gang

​Eka mengungkapkan, pihak pengembang bertindak semena-mena tanpa pernah melakukan komunikasi ataupun meminta izin kepada warga ring 1 sebelum memanfaatkan akses jalan lingkungan.

​Ironisnya, kendaraan berat berkuran jumbo mulai dari alat berat hingga dump truck bermuatan penuh bebas keluar masuk melalui Gang Sapta, tepat di depan teras rumah warga.

​”Mereka menggunakan jalan warga sesuka hati! Alat berat dan dump truck lalu lalang setiap hari sampai jalan hancur lebur dan parit tersumbat. Akibatnya rumah saya kebanjiran,” ceritanya meradang.

​Tak hanya rumah Eka, beberapa rumah warga lain juga dilaporkan mengalami nasib serupa. Bahkan, pasokan air bersih warga kini berubah menjadi keruh dan bercampur lumpur tanah.

​Warga menegaskan sudah melayangkan surat keberatan resmi kepada manajemen proyek, namun hingga kini respons mereka nihil.

“Kami sudah kirim surat keberatan, tapi sampai sekarang dicuekin! Padahal kami yang menanggung semua dampaknya di sini,” ungkap Eka kesal.

Akses ke Masjid Hancur dan Berlumpur, Truk Parkir Liar

​Dampak dari proyek yang diduga tak berizin ini kian meluas. Selain banjir yang mengepung pemukiman, akses warga untuk beribadah ke Masjid Al-Hikmah kini terhambat serius.

​Jalanan yang dulunya mulus kini berubah menjadi kubangan lumpur setiap kali hujan turun karena drainase tersumbat total oleh material bangunan proyek.

​”Warga yang mau salat ke masjid sekarang kesulitan melintas karena jalannya rusak parah dan digenangi air berlumpur. Belum lagi truk-truk proyek itu sering parkir sembarangan, menutup jalan lingkungan kami,” keluhnya.

Kepala Desa Buka Suara

​Merespons jeritan warganya, Kepala Desa Marindal I, Ir. Ardianto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan serta keluhan bertubi-tubi dari masyarakat.

​Ardianto menyebutkan, secara lisan pihak pemerintahan desa telah meneruskan laporan panas ini ke tingkat Pemerintah Kecamatan Patumbak agar segera diambil tindakan tegas sesuai regulasi yang berlaku.

​Hingga berita ini ditayangkan, belum ada perwakilan dari manajemen proyek yang memberikan klarifikasi resmi terkait hilangnya plang PBG maupun ganti rugi atas kerusakan lingkungan warga. Pihak manajemen pusat Mie Gacoan juga belum memberikan pernyataan resmi apakah proyek bermasalah tersebut merupakan bagian dari ekspansi bisnis mereka atau bukan.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *