Pemerintahan

Bobby: 20 Puskesmas di Sumut Bakal Jadi Rawat Inap

173
×

Bobby: 20 Puskesmas di Sumut Bakal Jadi Rawat Inap

Sebarkan artikel ini

NIAS BARAT, Menarapos.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tancap gas membenahi fasilitas kesehatan di wilayahnya. Tahun ini, sebanyak 20 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bakal ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas rawat inap.

​Rencana strategis ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, usai meninjau langsung kondisi Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat, Kamis (16/7/2026). Puskesmas Mandrehe menjadi salah satu titik yang akan dirombak total tahun ini.

​”Ada 20 Puskesmas tahun ini yang akan kami perbaiki, tergantung usulan dari bupati atau wali kota. Ini Pak Bupati Nias Barat mengusulkan di sini (Puskesmas Mandrehe), mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Bobby.

​Pangkas Jarak 60 Km ke Rumah Sakit

​Bobby menjelaskan, peningkatan status Puskesmas Mandrehe sangat krusial. Pasalnya, puskesmas ini menjadi tumpuan bagi warga dari 20 desa di Kabupaten Nias Barat dengan total sekitar 23 ribu penduduk. Selama ini, akses mereka ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut terhambat jarak.

​”Jarak ke rumah sakit daerah itu mencapai 60 km. Puskesmas ini sebenarnya secara letak sangat dekat dengan masyarakat. Makanya kita benahi agar aksesnya lebih mudah,” jelasnya.

​Langkah ini juga menjadi bentuk sinergi Pemprov Sumut dalam mendukung program kesehatan di era Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya telah membangun RSUD di Nias Barat.

​”Kami dari pemerintah provinsi menerjemahkan program Pak Presiden di bidang kesehatan. Kami coba membenahi Puskesmas agar tidak semua masyarakat harus menumpuk di rumah sakit,” tambah Bobby.

​Ditargetkan Punya 10 Fasilitas Bed Rawat Inap

​Nantinya, Puskesmas Mandrehe akan diperluas daya tampungnya hingga bisa melayani 10 pasien rawat inap sekaligus. Tak hanya itu, alat kesehatan (alkes) juga akan diperbarui.

​”Tadi fasilitasnya minim sekali, hanya ada dua tempat tidur (bed). Nanti kita perbaiki, kita buat kapasitasnya jadi 10 bed, bisa melayani persalinan, dan dokternya kita siapkan,” ungkapnya.

​Genjot Kualitas SDM Lewat Beasiswa Dokter Spesialis

​Selain urusan infrastruktur fisik, Pemprov Sumut juga fokus menyembuhkan masalah klasik: kelangkaan dokter spesialis di daerah terpencil. Salah satu solusinya adalah dengan mengguyur beasiswa bagi para dokter lokal di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

​”Tahun kemarin ada 16 orang yang diberi beasiswa, dan tahun ini ada 5 lagi yang sedang tes khusus dari Kepulauan Nias. Jadi dari sisi SDM kita tingkatkan, dari sisi fasilitas kita perbaiki,” tegas Bobby.

​Untuk mengantisipasi kekosongan pelayanan selama para dokter menempuh studi spesialis, Pemprov Sumut telah membuat kesepakatan khusus dengan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan rotasi dokter secara berkala.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *