MEDAN, Menarapos.id — Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol kontra Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, menyisakan euforia mendalam.
Pertarungan sengit La Roja melawan La Albiceleste ini tidak hanya menjadi sejarah bagi sepak bola global, tetapi juga momentum penting untuk membakar kembali semangat pesepak bola di dalam negeri, khususnya di Medan.
Dalam duel puncak tersebut, skuad asuhan Luis de la Fuente tampil luar biasa dengan kedisiplinan tinggi dalam menyerang maupun meredam gempuran Lionel Messi dan kawan-kawan. Kedua tim memperagakan tempo permainan cepat hingga waktu normal 90 menit berakhir tanpa gol (0-0).
Memasuki babak tambahan, Argentina harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernandez diganjar kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi pada masa injury time babak kedua.
Meski kiper Argentina, Emiliano Martinez, tampil heroik dengan catatan 11 penyelamatan—rekor terbanyak dalam satu laga final Piala Dunia sejak 1966—ia akhirnya harus memungut bola dari gawangnya. Adalah tembakan terukur Torres pada menit ke-106 yang sukses memecah kebuntuan, sekaligus memastikan kemenangan 1-0 untuk Spanyol hingga peluit panjang berbunyi.
Semangat Baru Sepak Bola Medan
Saksi mata jalannya partai puncak di MetLife tersebut, politisi PDI Perjuangan Kota Medan, Wong Chun Sen menilai eforia final Piala Dunia ini harus menjadi suntikan inspirasi bagi ekosistem sepak bola di Indonesia, khususnya Kota Medan.
Menurutnya, atmosfer kompetisi elite dunia ini harus ditularkan ke tingkat lokal melalui masifnya turnamen antar-klub di berbagai penjuru Medan guna menjaring talenta-talenta muda yang andal. Tentu saja, hal ini memerlukan sinergi kuat antara DPRD, Pemko Medan, serta dukungan penuh dari para pecinta dan donatur sepak bola.
Keyakinan tersebut, lanjut Wong, sangat beralasan mengingat sejarah emas yang pernah diukir oleh PSMS Medan. Klub berjuluk Ayam Kinantan ini dulunya pernah disegani di kancah nasional hingga internasional berkat talenta murni anak-anak lokal Medan.
Rekor Emas PSMS di Kancah Internasional
Berdasarkan catatan sejarah persepakbolaan nasional, PSMS Medan merupakan klub Indonesia pertama yang tampil di ajang AFC Champions Cup (kini Liga Champions Asia) pada tahun 1970.
Pada era kejayaan tersebut, PSMS sukses menembus babak semifinal setelah membungkam tim kuat asal Thailand, Police FC, dengan skor telak 4-0.
”Kenapa dulunya bisa, sekarang harus bisa? Anak-anak Medan punya sejarah besar membawa nama harum kota ini tidak hanya di kancah nasional, tapi juga internasional,” ujar politisi yang juga suporter setia Ayam Kinantan tersebut.
Dengan dukungan penuh dari berbagai elemen, kebangkitan sepak bola Medan diharapkan mampu melahirkan kembali bintang-bintang lapangan hijau yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.(AC/nett)






