MEDAN, Menarapos.id – Ada pemandangan yang mencuri perhatian dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Medan. Di tengah semarak penampilan seni anak-anak, seorang anak penyandang Down syndrome bernama Kiran tampil penuh percaya diri di atas panggung bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas.
Momen hangat yang dipenuhi canda, senyum, dan kedekatan itu menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki ruang yang sama untuk berkarya, berekspresi, dan merasakan kebahagiaan tanpa batas.
Kiran, anak berusia 8 tahun, menunjukkan keberaniannya naik ke atas panggung ketika Wali Kota Medan Rico Waas mempersilakan anak-anak untuk maju dan berinteraksi dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang berlangsung di Gedung Pancasila, USU, Sabtu (25/7/2026).
Dari atas panggung, siswi SD Swasta Sejahtera, Marelan ini berdialog ramah dengan Rico Waas dan Airin Rico Waas. Suasana tersebut membuat peringatan Hari Anak Nasional 2026 semakin meriah dan ceria.
Di awal percakapannya, Rico Waas menanyakan nama serta hobi yang disukai Kiran. Dengan penuh semangat, Kiran menjawab pertanyaan tersebut.
”Saya sukanya nyanyi, Pak,” kata Kiran.
Rico Waas kemudian mempersilakan Kiran untuk bernyanyi di hadapan ratusan anak yang hadir. Dengan percaya diri, Kiran melantunkan sebait lagu anak-anak yang disambut tepuk tangan dan sorak-sorai penonton.
Usai bernyanyi, Kiran mendapatkan hadiah berupa bingkisan boneka dan tas dari Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas. Bingkisan tersebut membuat Kiran senang dan bahagia, lalu dengan spontan mengucapkan terima kasih kepada Rico Waas dan Airin.
”Terima kasih Bapak, terima kasih Ibu,” ujar Kiran dengan polosnya.
Selain Kiran, seorang anak bernama Tania juga memperlihatkan kemampuannya dalam menerjemahkan bahasa isyarat kepada Rico Waas, Airin, serta para hadirin. Dengan percaya diri, Tania mampu menerjemahkan bahasa isyarat yang disampaikan oleh anak disabilitas tunarungu bernama Luthfi.
Aksi ini membuat Rico Waas dan Airin kagum. Bakat dan kemampuan yang dimiliki Tania dapat menjadi contoh bagi anak-anak lainnya, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkomunikasi.
Sebagai ungkapan rasa bangga, Rico Waas dan Airin menghadiahkan sebuah sepeda kepada masing-masing anak tersebut. Hadiah ini disambut oleh Tania dan Luthfi dengan perasaan senang dan bahagia.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas menjelaskan bahwa Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Medan merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen perlindungan dan pemenuhan hak anak. Atas dasar tersebut, ia memberikan apresiasi tinggi kepada kolaborasi organisasi seperti PKPA dan Dinas P3APM yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan anak-anak di Kota Medan.
Menurut Rico Waas, anak-anak adalah calon pemimpin masa depan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat memiliki kewajiban bersama untuk memberikan dukungan penuh terhadap tumbuh kembang mereka.
”Anak-anak Indonesia itu cerdas dan berpotensi besar, bahkan banyak yang berprestasi hingga ke tingkat internasional. Tugas kita sebagai orang tua dan pemerintah adalah memberikan dorongan, kesempatan untuk tampil, serta ruang kreativitas dan pendidikan yang inklusif,” ujar Rico Waas.(rel)






