Pemerintahan

Bobby Bidik Komoditas Ekspor Baru Sumut

120
×

Bobby Bidik Komoditas Ekspor Baru Sumut

Sebarkan artikel ini
FOTO:Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumut Prayatno Ginting di ruang kerja Gubernur, Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (7/9/2026).(Diskominfo Sumut)

MEDAN, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pengembangan komoditas potensial agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Tak hanya meningkatkan produksi, Bobby meminta pengembangan produk turunan, stabilitas pasokan, hingga pemanfaatan teknologi dilakukan untuk memperluas pasar ekspor.

Hal itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumut Prayatno Ginting beserta jajaran di ruang kerja Gubernur Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (7/9/2026).

Bobby mengatakan Sumut memiliki beragam komoditas pangan potensial dan strategis, termasuk sejumlah produk pertanian yang selama ini menjadi komoditas ekspor. Menurutnya, komoditas tersebut perlu dikembangkan agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

“Jadi, pengembangan komoditas harus diarahkan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sehingga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Begitu juga dengan pemanfaatan teknologi yang ada,” ujar Bobby.

Bobby menyebut Sumut juga memiliki peluang investasi besar di sektor pangan. Namun, peluang tersebut harus didukung dengan kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Dia mencontohkan sejumlah komoditas di Kepulauan Nias yang memiliki potensi, tetapi belum berkembang optimal karena produksinya belum mencukupi permintaan pasar.

“Banyak yang berpotensi, seperti di Kepulauan Nias. Di sana belum ketemu pasar yang sesuai. Namun masalahnya bukan pasarnya, tetapi jumlah produksi yang belum memenuhi kebutuhan pasar,” jelasnya.

Menurut Bobby, peningkatan produksi harus dilakukan secara terukur agar komoditas Sumut mampu bersaing dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Setelah komoditas itu sesuai kebutuhan pasar, pemerintah dan pihak terkait pun perlu mengintervensi. Jadi harus ada kolaborasi bersama, seperti penetapan target tahunan komoditas apa yang perlu kita capai,” katanya.

Bobby menegaskan pemerintah berperan menyiapkan kebijakan dan program, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama produksi. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar ketersediaan komoditas dan akses pasar dapat berjalan beriringan.

“Makanya program dan anggaran pemerintah harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Karenanya kami juga ingin menjalin kerja sama untuk meneliti dan mengembangkan komoditas yang berpotensi untuk bisa diekspor,” pungkas Bobby.

Lidi Sawit hingga Durian Dibidik

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumut Prayatno Ginting menyambut baik rencana pengembangan komoditas baru yang berpotensi menembus pasar ekspor.

Prayatno menyebut lidi sawit sebagai salah satu komoditas yang memiliki potensi nilai ekspor tinggi, tetapi belum banyak terpantau.

Selain lidi sawit, komoditas asal Sumut seperti kepiting, udang, dan sarang burung walet juga disebut berkontribusi terhadap ekspor dengan nilai mencapai Rp8,1 triliun. Pemerintah juga tengah mempersiapkan pengiriman produk durian ke pasar Tiongkok.

Namun, Prayatno mengatakan masih terdapat kendala dalam pemeriksaan sampel hama dan penyakit. Saat ini sampel harus dikirim ke laboratorium di Jakarta dan Surabaya sehingga membutuhkan biaya cukup besar.

“Saat ini kendala kita, untuk sampel hama dan penyakit masih harus dikirim ke laboratorium di Jakarta dan Surabaya. Biayanya cukup besar. Kami berharap (laboratorium) yang ada di sini bisa dibuka kembali,” ujarnya.

Permintaan tersebut mendapat respons positif dari Bobby. Gubernur Sumut itu menyatakan dukungannya untuk membuka kembali laboratorium tersebut setelah memastikan kondisi fasilitasnya.(ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *