Pemerintahan

Tinjau Pengungsi Erupsi Sinabung, Bobby Pastikan Kebutuhan Dasar dan Keselamatan Warga

310
×

Tinjau Pengungsi Erupsi Sinabung, Bobby Pastikan Kebutuhan Dasar dan Keselamatan Warga

Sebarkan artikel ini

KARO, Menarapos.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution meninjau lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026) sore. Dalam kunjungan tersebut, Bobby memastikan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi selama masa tanggap darurat.

Bobby mengatakan, evakuasi masyarakat yang berada di wilayah berbahaya menjadi prioritas utama pemerintah. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi Badan Geologi terkait radius kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

Menurut Bobby, terdapat dua desa yang menjadi perhatian utama untuk dilakukan evakuasi. Salah satunya Desa Kuta Tengah, yang sebagian warganya saat ini telah berada di lokasi pengungsian.

“Yang paling utama kan mengevakuasi warga. Tadi disampaikan dari Badan Geologi, ada dua desa yang paling diutamakan, yang sangat masuk radius kalau terjadi erupsi. Salah satunya Desa Kuta Tengah,” ujar Bobby.

Sekitar 280 warga Desa Kuta Tengah telah berada di tempat pengungsian. Pemprov Sumut memastikan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari tempat tidur, air bersih, toilet hingga makanan, tersedia bagi warga selama berada di lokasi pengungsian.

“Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu. Kita tidak ingin masyarakat yang mengungsi merasa tidak nyaman, kemudian tiba-tiba langsung kembali ke rumah,” katanya.

Bobby juga menyoroti keluhan sejumlah warga yang sempat menunggu beberapa jam setelah meninggalkan rumah sebelum mendapatkan makanan dan minuman.

Karena itu, Pemprov Sumut memastikan suplai kebutuhan pengungsi akan terus dilakukan. Pemerintah provinsi meminta warga menyampaikan kebutuhan yang diperlukan selama berada di tempat pengungsian.

“Kami dari provinsi datang ke sini bukan mau hanya lihat-lihat. Apa yang dibutuhkan silakan sampaikan, kami akan support. Makanan sudah kami siapkan, air bersih juga kami bawa,” tegas Bobby.

Bobby menjelaskan, kondisi warga yang mengungsi akibat erupsi Sinabung berbeda dengan korban bencana yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah. Sebagian besar pengungsi masih memiliki rumah sehingga kemungkinan mereka kembali ke kediaman masing-masing cukup tinggi apabila kondisi dinilai aman.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah harus memastikan kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi selama berada di pengungsian.

“Karena itu, pemerintah harus memastikan kebutuhan pokok selama berada di pengungsian tetap terpenuhi. Tidak bisa senyaman di rumah sendiri, tapi jangan kebutuhan pokoknya ketika mereka pindah ke tempat pengungsian justru hilang total. Seperti makan, tempat tidur dan tempat istirahat,” jelasnya.

Selain memastikan kebutuhan pangan dan air bersih, Pemprov Sumut juga menyiapkan sarana transportasi bagi anak-anak pengungsi agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

“Tadi ada permintaan bus ataupun pengangkutan anak-anak untuk sekolah, kami juga akan siapkan,” kata Bobby.

Gunung Sinabung Masih Level III

Terkait perkembangan aktivitas vulkanik, Bobby mengatakan status Gunung Sinabung masih berada pada Level III atau Siaga. Pemprov Sumut bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas gunung tersebut.

Jika aktivitas vulkanik mengalami penurunan dan status diturunkan menjadi Level II atau Waspada, masyarakat berpotensi diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing dengan tetap berada dalam pemantauan pemerintah.

“Jika erupsi menurun, status dapat diturunkan menjadi Level II atau Waspada sehingga masyarakat berpotensi diperbolehkan kembali ke rumah dengan tetap dalam pemantauan. Mungkin masyarakat sudah boleh kembali, tapi tetap dalam perhatian,” ujar Bobby.

Sebaliknya, apabila aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat, pemerintah telah menyiapkan langkah evakuasi lanjutan. Salah satunya dengan memperluas radius wilayah yang harus dikosongkan dan menambah jumlah masyarakat yang harus dievakuasi.

“Kita juga sudah evaluasi langkah-langkah yang harus dilakukan, radius berapa saja yang bertambah dan siapa saja yang harus mengungsi,” katanya.

Posko Kesehatan hingga Bus Medis Disiapkan

Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat erupsi dan paparan abu vulkanik, pemerintah juga telah menyiagakan posko kesehatan serta kendaraan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Bobby mengatakan, apabila kondisi darurat masih berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan, Pemprov Sumut siap mengerahkan bus layanan kesehatan yang memiliki fasilitas pelayanan medis lebih lengkap.

“Kalau memang satu-dua hari ini masih diperlukan, kita kirim bus layanan kita. Bus layanan itu bisa melaksanakan sampai dengan operasi ringan,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Bobby, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun rumah warga yang terdampak langsung akibat erupsi.

“Mudah-mudahan tidak ada. Sejauh ini belum ada yang terdampak secara langsung, artinya kerugian atau kerusakan bangunan belum ada,” katanya.

Pemerintah juga telah melakukan pembagian masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik. Pembagian masker dilakukan sejak erupsi pertama terjadi.

“Kejadian pertama pukul 10.17, siang harinya kita langsung bagikan masker. Baik dari provinsi, kabupaten, TNI, Polri, semuanya membagikan masker. Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi penyakit berat,” jelas Bobby.

Fokus Keselamatan, Wisata Ditutup

Bobby mengatakan pemerintah belum melakukan penghitungan terhadap dampak ekonomi akibat erupsi Gunung Sinabung. Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam kondisi darurat saat ini.

Termasuk dengan menutup kawasan wisata di sekitar Gunung Sinabung untuk mencegah wisatawan memasuki zona yang dinilai berbahaya.

“Dampak ekonominya pasti ada. Wisata kita minta ditutup, tidak boleh ada wisatawan masuk ke sekitar area gunung,” tegasnya.

Sementara itu, untuk memastikan kebutuhan pangan dan logistik para pengungsi tetap tersedia, Bobby memastikan stok bantuan dalam kondisi aman.

“Stok logistik aman,” pungkas Bobby Afif Nasution.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *