Headline

Rico Pastikan Saluran Drainase Lancar Saat Hujan di Gaperta

316
×

Rico Pastikan Saluran Drainase Lancar Saat Hujan di Gaperta

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas tetap turun langsung meninjau proyek pembangunan sistem drainase di Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, meski hujan masih mengguyur wilayah tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan optimal dan dapat segera mengatasi persoalan genangan serta banjir.

Rico Waas meninjau langsung progres pengerjaan drainase tersebut pada Kamis (24/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia memberikan arahan kepada pelaksana proyek sekaligus mengecek perubahan kapasitas saluran air yang tengah dibangun.

Rico mengatakan kapasitas drainase lama yang sebelumnya hanya sekitar 80 sentimeter kini diperbesar menggunakan beton u-ditch dengan lebar 120 sentimeter dan kedalaman 140 sentimeter. Perubahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampungan dan memperlancar aliran air.

“Ukuran drainase yang sebelumnya 80 cm, sekarang jadi 120 cm. Berarti hampir dua kali lipat besarannya. Penyerapan air akan lebih mudah dan debit air yang tertampung bisa lebih banyak,” ujar Rico.

Menurutnya, pembangunan drainase tersebut juga membutuhkan koordinasi lintas instansi. Salah satunya dengan PT PLN, karena terdapat sejumlah tiang listrik yang perlu digeser agar tidak menghambat pembangunan struktur drainase.

“Pengerjaan ini berkoordinasi juga dengan PLN karena tiang listrik harus kita geser sedikit,” katanya.

Proyek drainase yang saat ini dikerjakan membentang dari Simpang Jalan Kapten Muslim hingga Simpang Jalan Beringin. Rico mengatakan Pemko Medan juga telah menyiapkan rencana kelanjutan pembangunan drainase di kawasan Gaperta Ujung pada tahun depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi, didampingi Kepala Bidang SDA dan Drainase Hardy Sibarani, menjelaskan proyek tersebut memiliki panjang total 1.047 meter.

“Untuk struktur material menggunakan u-ditch beton sepanjang 1.002 meter dan box culvert sepanjang 45 meter dengan spesifikasi lebar 120 cm serta kedalaman 140 cm,” jelas Khairul.

Ia menambahkan, sistem drainase tersebut nantinya memiliki dua alur pembuangan. Skema ini dirancang untuk membagi beban aliran air sehingga tidak terjadi penumpukan debit pada satu titik.

“Arah pertama sebagian aliran air diarahkan ke kawasan Kapten Muslim menuju Danau Singkarak, dan arah kedua diarahkan ke persimpangan Jalan Asrama hingga bermuara di sungai,” ujarnya.

Khairul optimistis seluruh pengerjaan proyek drainase tersebut dapat rampung pada Desember 2026.

Pemko Medan berharap peningkatan kapasitas drainase ini dapat memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan maupun banjir, khususnya di kawasan Jalan Gaperta dan sekitarnya.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *