Pemerintahan

Wagubsu: Lulus PKN II Harus Beri Dampak Nyata ke Masyarakat

317
×

Wagubsu: Lulus PKN II Harus Beri Dampak Nyata ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Foto: Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (25/9/2026). PKN diikuti peserta dari berbagai instansi, pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara, serta sejumlah daerah di luar Sumut. (Foto:Diskominfo Provsu)

MEDAN, Menarapos.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya menegaskan keberhasilan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II tidak cukup hanya dengan meraih sertifikat kelulusan. Para peserta diminta mampu menerapkan gagasan dan proyek perubahan yang telah dirancang agar memberikan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Surya saat menutup PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (25/9/2026).

“Keberhasilan PKN Tingkat II tidak diukur dari sertifikat kelulusan yang diterima hari ini, melainkan dari sejauh mana gagasan tersebut benar-benar diimplementasikan dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat,” ujar Surya.

Surya mengatakan kepemimpinan di lingkungan pemerintahan membutuhkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, sekaligus menjunjung tinggi integritas. Menurutnya, pengetahuan teknis pemerintahan saja tidak cukup untuk menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan.

Ia mengungkapkan pengalamannya saat mengikuti pembekalan kepemimpinan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Dari pengalaman tersebut, ia menilai aspek teknis hanya menjadi salah satu bagian dalam kepemimpinan, sementara integritas dan hati nurani menjadi fondasi yang harus terus dijaga.

“Integritas itu jujur, dan jujur itu identik dengan baik, baik dalam perilaku maupun perbuatan yang tidak melanggar ketentuan peraturan. Integritas adalah ukuran yang harus terus kita pertahankan,” tegasnya.

Surya berharap para alumni PKN Tingkat II dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi berlanjut dalam bentuk perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Erna Irawati menyampaikan empat kompetensi utama yang perlu dimiliki seorang pemimpin, yakni kemampuan mengelola diri sendiri, mengelola orang lain, mengelola kinerja, dan mengelola perubahan.

Menurut Erna, perubahan yang berlangsung cepat membuat birokrasi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tantangan tersebut bukan hanya menyangkut transformasi digital, tetapi juga kesiapan organisasi menghadapi berbagai kondisi krisis.

Karena itu, pemimpin dituntut untuk terus belajar atau continuous learning.

“Kunci dari perubahan adalah belajar. Pemimpin ketika berhenti belajar, organisasinya tidak akan tumbuh. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang meninggalkan legacy (warisan kebermanfaatan) yang dimulai dari proses transformasi,” kata Erna.

Erna juga mengingatkan agar proyek perubahan yang telah disusun peserta PKN tidak berhenti setelah program pelatihan berakhir. Proyek tersebut harus terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumut Agustinus Panjaitan dalam laporannya menyebut PKN Tingkat II Angkatan XII mengangkat tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Daerah.”

PKN berlangsung sejak 20 Mei hingga 25 September 2026 dan diikuti 49 peserta dari berbagai instansi. Peserta berasal dari Pemerintah Provinsi Sumut, Kejaksaan Agung RI, sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara, serta daerah lain seperti Kampar dan Pasaman Barat.

“Dari total 49 peserta, sebanyak 48 orang dinyatakan lulus, sementara 1 orang ditunda kelulusannya dikarenakan sakit,” ujar Agustinus.

Berbeda dengan angkatan sebelumnya yang melakukan kunjungan ke lokasi best practice, Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Angkatan XII dilaksanakan langsung di lokasi pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dari hasil kajian lapangan tersebut, peserta merumuskan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana berbasis data, perlindungan kelompok rentan pascabencana, transformasi kepemimpinan melalui kolaborasi dan kearifan lokal, serta pemulihan pelayanan publik pascabencana.

Rangkaian PKN Tingkat II Angkatan XII kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada lima peserta terbaik serta penyerahan rekomendasi kebijakan (policy brief) kepada pemerintah daerah.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *