BudayaHeadline

Rico Waas Mainkan Gendang di Pembukaan Pekan Budaya

334
×

Rico Waas Mainkan Gendang di Pembukaan Pekan Budaya

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Menarapos.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tidak terkikis arus modernisasi. Ia mengingatkan, sejumlah kesenian tradisional, termasuk budaya Melayu Deli, mulai jarang dikenal dan berisiko hilang jika tidak terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 di Lapangan Benteng Medan, Kamis malam (8/10/2026). Mengusung tema “Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya”, kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 ini menjadi pelaksanaan perdana Pekan Budaya Daerah Kota Medan.

Pembukaan berlangsung meriah ketika Rico Waas ikut memainkan gendang bersama kelompok pemusik yang membawakan instrumen Rempak Mendai Melayu Deli. Dengan luwes, ia mengikuti irama tabuhan perkusi bersama para penabuh sanggar, termasuk saat memainkan gensang dalam irama Melayu Deli.

Aksi tersebut tidak hanya menambah semarak pembukaan, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi musik Melayu yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Kota Medan.

Dalam sambutannya, Rico menyoroti pentingnya memperkenalkan kembali kesenian tradisional yang mulai jarang ditampilkan. Salah satunya adalah tarian Dayang Nan Tujuh yang dipertunjukkan pada awal acara.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengenal tarian tersebut, padahal kesenian itu merupakan bagian dari warisan budaya Melayu yang perlu dijaga keberlangsungannya.

“Mayoritas mungkin 90 persen tidak pernah melihat tarian tersebut. Padahal sejatinya tarian tersebut adalah tarian asli dari Melayu yang mungkin hampir punah pada saat ini,” ungkap Rico.

Ia mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan bersama para tokoh budaya untuk semakin aktif memperkenalkan dan mempromosikan kesenian daerah, terutama tradisi yang mulai terlupakan dan berisiko tidak dikenal oleh generasi penerus.

Rico juga meminta para tokoh kebudayaan dilibatkan dalam penyusunan perencanaan kegiatan budaya pada tahun-tahun mendatang. Berbagai masukan, ide, dan usulan dinilai penting agar upaya pelestarian budaya tidak berhenti pada satu acara seremonial, tetapi menjadi program berkelanjutan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Kami minta dituliskan apa yang perlu dan penting agar nantinya acara-acara kebudayaan kita benar-benar bisa dirasakan dan tetap bisa eksis di dunia modern seperti ini,” ujarnya.

Rico menegaskan, pelestarian budaya tidak boleh hanya berfokus pada seni kontemporer dan tarian populer. Kesenian tradisional yang memiliki nilai sejarah maupun kesakralan juga harus mendapat ruang untuk ditampilkan dan diwariskan, termasuk beragam kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat multietnis Kota Medan.

“Jangan sampai kebudayaan kita terkikis satu per satu hingga akhirnya menghilang. Apa yang kita lihat hari ini merupakan kekayaan yang harus kita jaga agar anak-anak dan cucu kita tetap mengenal budaya daerahnya,” pesannya.

Pekan Budaya Hadirkan Ragam Tradisi dan Kreativitas

Selama tiga hari penyelenggaraan, Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 menghadirkan beragam pertunjukan, perlombaan, dan aktivitas yang mengangkat kekayaan budaya daerah.

Sejumlah agenda yang disuguhkan antara lain Menegakkan Keris, Berbalas Pantun Melayu, Kuliner Nasi Hadap-Hadapan Multietnis, Tari Kreasi Zapin Melayu, Kampung Budaya, serta Estafet Egrang antarpelajar SMP se-Kota Medan.

Kegiatan tersebut juga melibatkan pelajar SD dan SMP sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya sejak dini sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi daerah.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas turut menyerahkan Sertifikat Anugerah Tokoh Penggiat Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 kepada 25 tokoh. Sejumlah penerima penghargaan di antaranya Prof. Dr. phil. Ichwan Azhari, M.S., T. M. Muhar Omtatok, dan Teja Purnama Lubis.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kota Medan atas dedikasi, kontribusi, dan peran nyata para tokoh dalam pelestarian, pengembangan, serta pemajuan kebudayaan di Kota Medan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution berharap Pekan Budaya Daerah dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya dengan berbagai peningkatan kualitas.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan kreativitas bagi pelajar, seniman, budayawan, serta masyarakat untuk mengenal dan mengembangkan kebudayaan daerah, sekaligus memperkuat karakter generasi muda.

Pembukaan Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 turut dihadiri para seniman dan budayawan, Asisten Sekretariat Daerah Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, serta camat se-Kota Medan.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *